Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Ini Alasan Milenial dan Gen-Z Bisa Memimpin Tren Resign (Bagian 2)

Generasi Z. Dok/itagroup.comGenerasi Z. Dok/itagroup.com

Topcareer.id – Dengan meningkatnya tim pekerja dan perusahaan hibrida yang memungkinkan untuk bekerja dari mana saja, membuat banyak pekerja mudah beralih pekerjaan.

Generasi masa kini sering kali melakukan “lompatan pekerjaan,” dan ini berkontribusi pada “Tren Pengunduran Diri” yang luar biasa.

Akibatnya, perusahaan mengalami peningkatan turn over karyawan yang pindah ke perusahaan lain.

Penelitian oleh CareerBuilder menganalisis perbedaan generasi dan bagaimana karakteristik tersebut memengaruhi lamanya setiap generasi bertahan dalam suatu pekerjaan.

Berikut ini penjelasan karakter setiap generasi untuk menjawab kenapa milenial dan Gen-Z memimpin tren resign di masa kini.

Klik di sini untuk artikel sebelumnya.

Milenial
Milenial lahir dari tahun 1981 hingga 1995. Pekerja Milenial bertahan dalam pekerjaan rata-rata selama 2 tahun 9 bulan.

Dengan sekitar 72 juta Milenial di AS, generasi ini adalah populasi pekerja terbesar.

Peristiwa yang terjadi ketika Milenial tumbuh dan mempengaruhi perilaku mereka antara lain resesi ekonomi yang berdampak pada upah dan biaya hidup selama bertahun-tahun, kemajuan teknologi, meningkatnya terorisme dan tingginya angka perceraian.

Milenial saat ini adalah generasi terbesar. Mereka tidak ingin bertahan lama di perusahaan yang sama dan ingin sering berpindah ke posisi yang berbeda.

Mereka ingin didengar dan mereka menyukai kebebasan, sehingga Milenial memikirkan kembali keseimbangan kehidupan kerja mereka, terutama setelah Pandemi dan ingin memanfaatkan kebijakan kerja jarak jauh.

Gen Z
Gen Z lahir antara tahun 1996 dan 2012. Rata-rata waktu yang dihabiskan mereka untuk bergabung di suatu perusahaan lebih sedikit daripada generasi di atasnya.

Rata-rata lama Gen-Z dalam bekerja di suatu pekerjaan adalah 2 tahun 3 bulan, hanya 6 bulan kurang dari Milenial.

Tetapi penting untuk diperhatikan bahwa banyak Gen Z yang bahkan belum memiliki kesempatan untuk bekerja selama lebih dari 3 tahun setelah menyelesaikan pendidikannya.

Sebagian besar Gen Z tumbuh di dunia yang sangat terhubung di mana ponsel lebih penting daripada komputer dan mereka ingin imbalan instan.

Ini menjelaskan mengapa mereka tidak bertahan lama dalam pekerjaan. Namun, Gen Z jauh lebih berhati-hati dengan pengambilan risiko daripada Milenial.

Anak-anak muda ini ingin mendorong perubahan budaya, mereka sekarang dikenal sebagai pencipta budaya baru, itu sebabnya masalah budaya semakin penting di perusahaan.

Gen Z ingin mencari pekerjaan yang bermakna dan jujur ​​pada diri mereka sendiri, itulah sebabnya banyak yang meninggalkan perusahaan di awal karier mereka jika mereka tidak merasa cocok dengan budaya perusahaan.

Baca juga: Survei: 42% Generasi Z Lebih Prioritaskan WFH ketimbang Gaji

Kesimpulan
Perbedaan generasi memang ada dan akan terus ada. Banyak generasi berbeda yang membentuk tenaga kerja saat ini.

Perusahaan perlu mengakui perbedaan ini dan mencari cara yang lebih personal untuk menarik masing-masing dari mereka.

Pendekatan satu untuk-semua seperti yang berlangsung di jaman Boomers dan Gen X bukan lagi jawabannya.

Jika para generasi Boomers dan Gen X yang kini memimpin perusahaan tetap bersikeras bahwa budaya lama mereka yang terbaik untuk dijalankan, sudah pasti para pekerja Milenial dan Gen Z di perusahaannya akan segera angkat kaki.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan