Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Penyintas Covid harus Pantau Gejala hingga 12 Minggu, Ini Alasannya

Ilustrasi sakit. Dok/Dreamstime

Topcareer.id – Kerap kali para penyintas Covid-19 mengalami gejala yang berkepanjangan meski telah terbebas dari virus Covid-19.

Dikutip dari ugm.ac.id pada Rabu (27/10/2021), Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik UGM, dr. Siswanto mengatakan kejadian yang biasa disebut long Covid ini memang banyak dialami oleh para pasien dengan tingkat keparahan sedang, berat, kritis, serta pasien dengan komorbid.

Meski dalam implementasinya tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada pasien dengan kategori ringan.

“Yang paling berisiko adalah penderita diabetes melitus, gagal jantung, hipertensi, penyakit metabolik, dan penyakit paru kronik. Selain itu, yang membawa risiko juga adalah penyakit koinsiden, misalnya saat terkena Covid bersamaan juga dengan terkena Tuberkulosis atau komplikasi lainnya,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Siswanto mengimbau agar para penyintas Covid-19 perlu memantau gejala atau keluhan yang terjadi hingga 12 minggu sejak munculnya gejala pertama atau onset.

Baca juga: Ini Efek Samping Vaksin Covid pada Anak Usia 5-11 Tahun

“Pasien yang mendapat perawatan di rumah sakit disarankan untuk melakukan kontrol satu hingga dua minggu setelah keluar dari rumah sakit. Selanjutnya, kontrol dilakukan kembali pada minggu keenam atau kedelapan sejak onset. Bagi yang ke rumah sakit biasanya kami akan menghitungkan saat ini berada di posisi berapa minggu setelah onset dan kapan sebaiknya datang kembali untuk kontrol,” tambahnya.

Setelah 12 minggu, Siswanto melanjutkan pasien bisa dipastikan sudah sembuh secara sempurna atau belum dilihat dari ada atau tidaknya gejala atau kelainan secara radiologis maupun hasil laboratorium.

Namun, bagi pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika setelah empat minggu masih mengalami gejala, baik gejala sama yang muncul pertama kali ataupun gejala baru.

Sebagai penutup, Siswanto membeberkan tips-tips untuk pemulihan pasca infeksi Covid-19, yaitu mulai dari mengkonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat, lakukan intermittent fasting atau diet puasa, tidur berkualitas 6-8 jam di malam hari, dan perbanyak konsumsi vitamin C, D, B, E, dan antioksidan.

“Selain itu, penyintas disarankan menghindari stres serta mengontrol penyakit penyerta. Tubuh kita punya mekanisme untuk repair organ yang mengalami kerusakan sel, namanya autofagi. Proses ini butuh stimulus, perlu ada pengkondisian tertentu,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan