Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Presiden China Xi Jinping Umumkan Penghentian Penggunaan Batu Bara

Topcareer.id – Di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Xi Jinping, Presiden Tiongkok, menyatakan bahwa Tiongkok sedang berupaya untuk mengakhiri proyek pembangkit listrik tenaga batu baranya di luar negeri dan di Tiongkok.

China adalah konsumen batu bara terbesar di dunia, menyumbang 54% dari listrik yang dihasilkan batu bara dunia.

Emisi batubara menyebabkan polusi udara yang mematikan.

Saat dunia bergerak menuju energi terbarukan, China telah didorong untuk mengakhiri penggunaan batu bara.

“China akan meningkatkan dukungan untuk negara berkembang lainnya dalam mengembangkan energi hijau dan rendah karbon, dan tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri”, kata Jinping dalam rekaman video.

Sebelumnya, Jinping berjanji China akan mencapai puncak emisi sebelum 2030 dan transisi ke netralitas karbon pada 2060.

Berita ini disambut baik, karena banyak orang di China, serta di negara tetangga Mongolia dan Korea Selatan, menderita akibat dampak kabut asap yang dihasilkan dari batu bara.

Satu studi menunjukkan bahwa lebih dari 1 juta orang meninggal setiap tahun akibat polusi udara di Cina.

Baca juga: Semen Indonesia Group Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Pengganti Batu Bara

“Berita terbesar kemarin dari Majelis PBB, yang akan berdampak besar pada diskusi Vietnam Pollution Discharge Permit 8 (PDP) yang kita lakukan sekarang”, kata Liming Qiao, Kepala GWEC Asia di Dewan Energi Angin Global.

“Sudah saatnya untuk memprioritaskan Energi Terbarukan, terutama angin Lepas Pantai di PDP, untuk diversifikasi sistem energi dan menghindari kekurangan listrik!”

“Akhirnya! Tidak ada lagi batubara luar negeri dengan dukungan China”, kata Dr. Christoph Nedopil Wang, Associate Professor dan Direktur Green Finance & Development Center. “Ini adalah pernyataan yang sangat dinanti dan langkah penting untuk memerangi perubahan iklim di seluruh Dunia.” Ujarnya.

Pada 1 November, COP26 akan berlangsung di Glasgow, Inggris. Perwakilan China telah diundang ke KTT dan diharapkan lebih banyak akan terungkap tentang rencana ambisius ini di sana.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan