Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Prangko Pertama di Dunia Dilelang, Harganya Capai Ratusan Miliar

Topcareer.id – Prangko pertama di dunia, Penny Black, kini tengah ditawarkan dalam sebuah lelang di pusat lelang benda seni Sotheby, New York, AS hari Selasa (26/10) dengan perkiraan harga hingga USD 8,25 juta atau sekitar Rp 116,8 miliar.

Berasal dari tahun 1840, ini merupakan perangko pertama di dunia yang tertempel dengan aman, menurut rumah lelang yang akan mempresentasikannya pada 7 Desember.

Perangko berperekat yang menampilkan profil Ratu Victoria tersebut dilampirkan pada dokumen tertanggal 10 April 1840.

“Ini adalah prangko pertama, pendahulu dari semua prangko yang ada di dunia, dan jelas merupakan bagian terpenting dari sejarah filateli yang pernah ada,” kata Henry House, kepala Sotheby’s Treasures Sale.

“Meskipun ada banyak prangko yang sangat penting dalam koleksi baik publik maupun pribadi di seluruh dunia, ini adalah prangko yang memulai sistem prangko seperti yang kita kenal.” Tambahnya.

Prangko tersebut adalah salah satu dari tiga prangko Penny Blacks, dua lainnya adalah bagian dari koleksi di British Postal Museum.

“Fakta bahwa Robert Wallace, seorang politikus Skotlandia yang menandatangani dan memberi tanggal pada dokumen berprangko Penny Black tersebut memperkuat fakta bahwa ini adalah contoh pertama dari prangko yang digunakan setiap negara di seluruh dunia hingga sekarang sekarang,” kata pemilik prangko Alan Holyoake, seorang pengusaha dan filatelis, kepada Reuters.

Baca juga: Surat Asli yang Ditulis Steve Jobs Dilelang Rp 4,2 Miliar

Holyoake memiliki dokumen Wallace sekitar 10 tahun yang lalu. Dia melakukan proyek penelitian tiga tahun untuk menentukan keasliannya.

Penelitiannya menemukan prangko tersebut memiliki sertifikat dari The Royal Philatelic Society dan The British Philatelic Association.

Ini adalah yang pertama dari jenisnya yang akan ditawarkan di lelang dengan perkiraan harga hingga ratusan miliar rupiah.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan