Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Perusahaan Ini Ubah Limbah Whisky Jadi Bahan Bakar Mobil

Topcareer.id – Sebuah perusahaan bioteknologi di Skotlandia telah menemukan cara untuk mengembangkan bahan bakar mobil yang menggunakan limbah whisky.

Minuman nasional Skotlandia ini terdiri dari jelai, ragi dan air, serta proses pembuatannya meninggalkan biji-bijian bekas yang dikenal sebagai draft dan cairan manis yang disebut pot ale.

Limbah ini sering digunakan sebagai pakan ternak atau bahkan dipompa ke laut.

Selain itu juga dapat dikonversi untuk menghasilkan aseton, butanol dan etanol, suatu bahan kimia yang digunakan dalam segala hal mulai dari bahan bakar dan produksi makanan hingga obat-obatan dan kosmetik.

Dikenal sebagai fermentasi ABE, proses itu sudah lama dianggap tidak ekonomis karena biaya bahan baku yang digunakan untuk memproduksi bahan kimia.

“Kami dapat mengambil residu dari industri seperti industri whisky dan mengubahnya menjadi produk bernilai tinggi, yaitu butanol, yang sebenarnya digunakan untuk menggerakkan mobil ini,” kata pemilik perusahaan Celtic Renewables Martin Tangney.

Dia berbicara di mana Inggris akan menyambut kedatangan para pemimpin global ke KTT iklim PBB, COP26.

“Ini harus menjadi COP di mana kita berhenti berbicara tentang mengapa kita perlu mengatasi perubahan iklim dan memberi tahu semua orang bagaimana caranya, bagaimana kita melakukannya, bagaimana kita membayarnya, bagaimana itu akan terjadi. Harus bisa menjadi sebuah strategi,” katanya.

Baca juga: BMW Siap Ikuti Larangan Mobil Berbahan Bakar Fosil mulai 2030

Celtic Renewables melihat dirinya sebagai bagian dari solusi mengatasi masalah perubahan iklim itu.

“Kami mengambil residu bernilai rendah yang tertinggal dalam pembuatan whisky dan kami mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilai,” kata Tangney.

Ia berencana untuk membangun lima kilang skala besar di seluruh dunia dalam lima tahun ke depan, dan meminta dukungan dari pemerintah serta investor.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan