Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Peneliti Indonesia Membiakkan Nyamuk ‘Baik’ untuk Perangi Demam Berdarah

Nyamuk demam berdarah. (dok. News Medical)

Topcareer.id – Para peneliti di Indonesia telah menemukan cara untuk memerangi nyamuk pembawa penyakit dengan membiakkan spesies serangga yang membawa sejenis bakteri yang bisa menangkal virus demam berdarah.

Wolbachia adalah bakteri umum yang terjadi secara alami pada 60% spesies serangga, termasuk beberapa nyamuk, lalat buah, ngengat, capung dan kupu-kupu.

Namun, itu tidak ditemukan pada nyamuk Aedes aegypti pembawa demam berdarah, menurut inisiatif nirlaba World Mosquito Program (WMP) yang memprakarsai penelitian.

“Prinsipnya kami membiakkan nyamuk yang ‘baik,'” kata Purwanti, peneliti WMP.

“Nyamuk pembawa DBD akan kawin dengan nyamuk pembawa Wolbachia, kemudian akan menghasilkan nyamuk Wolbachia yakni nyamuk yang baik.” Tambah Purwanti.

“Jadi walaupun mereka menggigit orang, itu tidak akan mempengaruhi kesehatan mereka.” Jelasnya.

Sejak 2017, sebuah studi bersama yang dilakukan oleh WMP di Universitas Monash Australia dan Universitas Gadjah Mada Indonesia.

Studi tersebut telah melepaskan nyamuk Wolbachia yang dibiakkan di laboratorium di beberapa ‘zona merah’ demam berdarah di kota Yogyakarta.

Hasil uji coba yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine pada bulan Juni 2021 menunjukkan bahwa menyebarkan nyamuk Wolbachia mengurangi kasus demam berdarah sebanyak 77% dan rawat inap hingga 86%.

Baca juga: Studi: Antibodi Demam Berdarah Bikin Kebal COVID-19

“Kami yakin dengan teknologi ini, terutama untuk daerah di mana nyamuk Aedes aegypti adalah faktor (infeksi) yang paling bertanggung jawab,” kata ketua peneliti WMP Adi Utarini, yang telah bekerja di Program Eliminasi Demam Berdarah Indonesia sejak 2011, kepada Reuters.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi dengue global telah meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir.

Sekitar setengah dari populasi dunia sekarang berisiko. Diperkirakan 100-400 juta infeksi DBD dilaporkan setiap tahun.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan