Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Gubernur Lampung Apresiasi Nestlé atas Kemitraannya dengan Petani Kopi Lokal

Kunjungan H. Arinal Djunaidi, Gubernur Provinsi Lampung dan Hj. Dewi Handajani, SE., MM, Bupati Tanggamus ke Edufarm Nestlé Indonesia di Tanggamus, Lampung

Topcareer.id – Merayakan 50 tahun Nestlé di Indonesia, pada hari Kamis (4/11) Nestlé memberikan penghargaan kepada petani kopi lokal yang telah bekerja sama dalam memasok biji kopi berkualitas tinggi untuk produk kopi Nestlé.

Pada perayaan tersebut, Ir. H. Arinal Djunaidi, Gubernur Provinsi Lampung turut hadir dan memberikan apresiasinya atas kemitraan yang telah terjalin antara Nestlé Indonesia dengan komunitas petani kopi di Lampung.

Menurutnya hal ini sejalan dengan ambisi pemerintah dalam mendorong penggunaan bahan dan produk yang dihasilkan oleh produsen setempat.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kerja sama antara Nestlé Indonesia dan para petani kopi di Lampung agar petani kopi lokal tetap semangat untuk dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas biji kopi di Lampung, yang pada akhirnya bisa masuk ke pasar global,” tutur Ir. H. Arinal Djunaidi, dalam sambutannya yang juga ditayangkan live secara virtual melalui Zoom, Kamis (4/11).

“Saya percaya seluruh rangkaian kerja sama yang telah terjalin dapat terus mendukung dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia, dan secara khusus di Provinsi Lampung.”

Bermitra dengan GIZ, Nestlé telah memberikan program pengajaran dan pendampingan pada para petani kopi untuk mengelola kebun kopinya.

Baca juga: Mengenal Profesi Coffee Roaster, si Penentu Nikmatnya Kopi

Sebanyak 55 kebun percontohan milik petani telah berhasil dibangun Nestlé bersama para petani dan memberikan hasil memuaskan.

Tim AgriService Nestlé juga mendorong petani untuk menjaga lingkungan melalui penanaman 1 juta pohon di sekitar perkebunan kopi di Lampung, serta menerapkan metode tumpang sari, pertanian terpadu dan konservasi daerah aliran sungai, sebagai model praktik pertanian regeneratif untuk mencapai target Net Zero Nestlé.

“Selama 50 tahun, kami selalu berpegang teguh pada komitmen kami untuk berinvestasi di Indonesia, dengan fokus untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, menggunakan sebanyak mungkin bahan baku setempat, termasuk biji kopi, dan menghasilkan produk makanan dan minuman berkualitas dan bergizi yang aman dan lezat bagi konsumen, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Technical Director Nestlé Indonesia Jean-Luc DeVuyst.

Ia pun menambahkan, “Hingga saat ini, kami melakukan pembelian bahan baku biji kopi sebanyak lebih dari 50.000 ton per tahun atau setara dengan USD 80 juta per tahun. Kemitraan ini merupakan wujud nyata keyakinan kami bahwa untuk mencapai sukses jangka panjang, masyarakat sekitar di mana kami beroperasi juga harus sejahtera. Oleh karena itu, kami ingin memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra petani kopi di Lampung.”

Tak ketinggalan Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE., MM, turut menyampaikan apresiasinya kepada Nestlé di Tanggamus.

“Selain meningkatkan produktivitas, menjaga lingkungan dan menerapkan perkebunan berkelanjutan merupakan sebuah prioritas yang harus dilakukan oleh para petani agar bisa terus menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

“Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kemitraan yang telah dibentuk oleh Nestlé selama kurang lebih 27 tahun bersama para petani kopi di Lampung khususnya di Tanggamus,” tegasnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan