Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, November 29, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Mengenal Profesi Coffee Roaster, si Penentu Nikmatnya Kopi

FX Yayang (kedua dari kiri) bersama peserta pelatihan coffee roaster. Foto: Istimewa

Topcareer.id – Untuk bisa menyesap secangkir kopi di pagi hari, kamu perlu tahu ada peran besar coffee roaster di dalamnya. Mungkin tak akan ada kopi nikmat jika tanpa andil profesi pemanggang kopi ini. Jadi, siapa coffee roaster? Kenapa mereka begitu penting dalam setiap sajian kopi?

FX Yayang, seorang professional Coffee Roaster-Javaro berbagi cerita soal profesinya yang sudah 12 tahun ia tekuni itu. Secara mudah ia menjelaskan bahwa dalam dunia kopi itu ada yang namanya pemanggang kopi (coffee roaster).

Ia menyampaikan, coffee roaster adalah mereka yang membuat kopi mentah menjadi kopi matang. Kopi mentah yang disebut green bean ini kemudian diolah dengan dipanggang menjadi roasted bean sehingga bisa digunakan untuk menciptakan kopi-kopi di pasaran.

“Saya mulai jadi coffe roaster dari 2009, jadi kalau misalnya 2021 ini sudah masuk tahun ke-12. Tentu saja perjalanan panjang menjadi coffee roaster, dari yang otodidiak lalu sampai yang kursus, ada dari awal mesin lokal sampai mesin port, dari belum pengalaman sampai punya pengalaman, bergabung bersama para roaster bagaimana meroasting kopi yang terbaik,” kata FX Yayang kepada Topcareer.id.

Dari penuturan FX Yayang, dari tangan coffee roaster itu pula, bisa diciptakan hasil akhir kopi yang diinginkan sesuai tujuannya. Ada biji kopi yang memang diroasting untuk tujuan mesin espresso, selain itu juga ada untuk kebutuhan manual brew (kopi yang diseduh manual). Ini semua bergantung pada seorang coffee roaster.

Misal untuk kebutuhan mesin kopi espresso, maka roaster coffee akan menciptakan biji kopi dengan level dark atau medium to dark. Sementara, kopi yang dibutuhkan untuk manual brew, harus dengan sajian roasting coffee level light atau light to medium.

Baca juga: 10 Komedian Paling Sukses, Intip Jumlah Kekayaannya (Bagian 2)

Ia menilai pada kopi manual brewing itu membutuhkan kopi dengan rasa yang lebih light atau light to medium karena secara karakter akan lebih keluar.

Sedangkan, kalau di mesin espresso levelnya menjadi lebih tinggi medium to dark karena mengejar body kopi yang dihasilkan dari mesin espresso tersebut.

Ia mengatakan mesin espresso menghasilkan konsentrat kopi, di mana 30-40 mililiter dari konsentrat tersebut nantinya bisa dijadikan produk kopi di pasaran, misalnya latte, cappuccino hingga Americano.

“Semua itu untuk mencapai rasa yang lebih mendekati sempurna untuk semua sentuhan itu, baik di espresso maupun di manual brewing itu penentunya di roaster. Roaster yang bisa menentukan tujuan akhir dari kopi itu akan diseduh apa,” tutur FX Yayang.

Ia menambahkan, jika roaster tidak memahami ilmu mendalam soal roasting kopi ini, dan bahkan tak mengetahui mau menciptakan kopi untuk tujuan tertentu, maka rasa yang dihasilkan akan berbeda sehingga tak bisa dinikmati secara proporsional.**(Feb)

Tinggalkan Balasan