Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

WHO: Eropa Sekali Lagi Jadi Episentrum Pandemi Covid-19

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Kawasan Eropa menghadapi kebangkitan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan. Menurut Direktur Regional WHO untuk Eropa, Dr. Hans Kluge, kawasan itu sekali lagi “berada di pusat pandemic” (epicenter of pandemic).

Direktur regional WHO untuk Eropa, yang terdiri dari 53 negara di seluruh Eropa dan Asia Tengah ini, mengatakan jumlah kasus harian baru mendekati level rekor.

“Hari ini setiap negara di Eropa dan Asia Tengah menghadapi ancaman nyata kebangkitan Covid-19, atau sudah memeranginya. Kecepatan saat ini di 53 negara sangat memprihatinkan,” katanya pada konferensi pers Kamis (4/11/2021) dikutip dari laman CNN.

Kluge mengatakan, pekan lalu, dengan hampir 1,8 juta kasus baru dan 24.000 kematian baru dilaporkan, wilayah Eropa dan Asia Tengah mengalami peningkatan infeksi 6% dan peningkatan kematian 12%, dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Wilayah ini menyumbang 59% dari semua kasus secara global dan 48% dari kematian yang dilaporkan minggu lalu, katanya.

Baca juga: Studi: Orang Yang Percaya Pada Teori Konspirasi COVID-19 Lebih Mungkin Terjangkit Virus

Jika kawasan itu terus berada pada kondisi ini, Kluge mengatakan satu “proyeksi yang andal” memprediksi akan ada 500.000 kematian terkait Covid di kawasan itu pada Februari 2022.

Dan, kata dia, 43 negara di kawasan itu akan menghadapi tekanan tinggi hingga ekstrem terhadap okupansi tempat tidur rumah sakit di beberapa titik dalam periode yang sama.

“Kita harus mengubah taktik kita, dari bereaksi terhadap lonjakan Covid-19, menjadi mencegahnya terjadi sejak awal,” kata Kluge.

Dua alasan utama yang diberikan Kluge WHO untuk jumlah kasus yang melonjak di Eropa adalah cakupan vaksinasi yang tidak memadai dan relaksasi kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial.

Ada kekhawatiran tentang meningkatnya prevalensi mutasi baru dari varian delta yang sangat menular serta kampanye vaksinasi yang lamban, dorongan vaksinasi booster dan awal musim dingin di mana virus menyebar lebih mudah dengan lebih banyak orang berkumpul di dalam ruangan.**(Feb)

Tinggalkan Balasan