Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

232 Nakes Hingga Petugas Pemulasaraan Jenazah Dapat Penghargaan Pandemi

tenaga medis covid-19Tenaga medis rawat pasien Covid-19. (dok. istimewa)

Topcareer.id – Kementerian Kesehatan melalui Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (BPPSDMKes) memberikan penghargaan kepada 232 tenaga kesehatan hingga petugas pemulasaraan jenazah dalam penanganan pandemi COVID-19.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan tenaga kesehatan (Nakes) selalu memegang peran penting untuk merespons bencana, terutama pandemi COVID-19.

Ia menilai bencana pandemi atau bencana kesehatan itu besar dampaknya dan selalu membutuhkan respons dari tenaga kesehatan untuk mengurangi penderitaan korban.

“Saya mewakili pemerintah dan saya pribadi memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Nakes di seluruh pelosok Indonesia karena terus menjaga rakyat Indonesia,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (11/11/2021) di Jakarta.

“Hari ini kami berikan 232 Nakes penghargaan atas jasa mereka yang terus membantu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia,” tambahnya.

Baca juga: Harga Reagen Rp90 Ribu, Ini Penjelasan Biofarma Harga PCR Jadi Rp275 Ribu

Menkes Budi berterima kasih kepada Nakes dan SDM penunjang dalam penanganan pandem ini. Mereka bekerja dengan baik dan cepat.

Lebih lanjut Menkes Budi mengatakan, ke depan Nakes harus bersifat proaktif, mencegah terjadinya pandemi. Dan itu harus dilakukan lintas sektor seperti di bidang peternakan.

“Pandemi adalah tugas kita, saya mengimbau kepada Nakes dan sebagian teman-teman di peternakan ke depannya jangan menunggu terjadi pandemi baru reaktif. Tapi kita bangun secara proaktif bagaimana pandemi ke depannya bisa dicegah,” tutur Menkes Budi.

Tak hanya itu, pemerintah juga harus membangun kerjasama internasionl untuk mencegah penyebaran virus antar negara.

Para tenaga kesehatan dan SDM penunjang itu berhadapan langsung dengan pasien COVID-19, sehingga mereka memiliki risiko terpapar COVID-19. Namun di sisi lain mereka harus tetap menjaga pelayanan kesehatan yang bersifat esensial harus tetap berlangsung.

Tinggalkan Balasan