Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Kartu Prakerja Diakui Bank Dunia Sebagai Perlindungan Sosial yang Ideal

Program kartu prakerja

Topcareer.id – Program Kartu Prakerja, yang selama pandemi Covid-19 menjadi program unggulan Pemerintah, diakui Bank Dunia sebagai program perlindungan sosial yang ideal.

Program perlindungan sosial berupa “cash plus”, baik itu plus pendidikan, pelatihan, maupun kesehatan sangat diperlukan negara berkembang yang terdampak pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada kesempatan sebelumnya pernah menyampaikan bahwa sejak awal pandemi, Program Kartu Prakerja memang didesain khusus menjadi program semi bansos.

Selain memberikan bantuan keuangan, program ini juga harus memiliki elemen pengembangan sumber daya manusia dan bersifat inklusif.

Program perlindungan sosial “cash plus” juga harus dapat menjangkau sektor informal, perempuan, penyandang disabilitas, dan menggunakan fintech, pendaftaran online, serta pendaftaran jarak jauh.

Hal ini secara khusus disampaikan Managing Director of Development Policy and Partnerships Bank Dunia Mari Elka Pangestu saat membuka “19th Economix International Dialogue” yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, Sabtu (6/11).

Pada kesempatan tersebut, Mari Elka Pangestu menyampaikan bahwa program perlindungan sosial sebaiknya juga membangun modal manusia dengan memberikan pelatihan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
Program juga harus bisa beradaptasi dan lincah, termasuk terhadap wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Baca juga: Menkeu Beberkan Peran Penting Profesi Akuntan Untuk Negara

Di forum yang sama, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari menyatakan bahwa semua yang disampaikan oleh Mari Elka Pangestu sudah ada dalam Program Kartu Prakerja.

“Bahkan, bukan lagi sebatas ide, namun sudah diimplementasikan sejak 11 April 2020 dengan jumlah peserta sampai dengan saat ini telah mencapai 11,4 juta orang. Program Kartu Prakerja memberi uang setelah selesainya pelatihan. Jadi Prakerja adalah conditional cash transfer di masa pandemi,” ucap Denni.

Dalam program Kartu Prakerja, pelatihan yang disediakan beragam dan dapat dipilih sendiri oleh peserta. Pelatihan-pelatihan ini disediakan oleh ratusan lembaga pelatihan yang saling bersaing. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs prakerja.go.id dan seluruh prosesnya berlangsung “end-to-end” secara digital.

Selain itu, Program Kartu Prakerja juga menjadi pionir Government to Person (G2P) Program di Indonesia yang melibatkan fintech berdampingan dengan bank, sehingga membantu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Alhasil, sebanyak 27 persen peserta yang sebelumnya tidak memiliki rekening tabungan maupun e-wallet, kini punya rekening setelah bergabung dalam program ini, di mana 92 persen di antaranya memilih e-wallet.

Program Kartu Prakerja sudah memberikan bukti bahwa inklusi keuangan sulit jika hanya dilakukan lewat bank. Program Kartu Prakerja juga terbukti inklusif, menjangkau peserta perempuan, penyandang disabilitas, mantan/calon Pekerja Migran Indonesia, lulusan SD ke bawah, dan orang-orang dari daerah tertinggal.

Tinggalkan Balasan