Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Juni 27, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

LSM Ini Mengkloning Pohon Tertua Di Dunia untuk Bantu Atasi Perubahan Iklim

Dok/NBC News

Topcareer.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non-Governmental Organisation Archangel Ancient Tree Archive yang didirikan oleh David Milarch pada tahun 1994, kini tengah mengkloning pohon paling tua di dunia sebagai bentuk dukungannya untuk membantu mengatasi perubahan iklim.

Misi Milarch untuk mengkloning pohon-pohon tertua dan terbesar di dunia adalah untuk melestarikannya demi kemanusiaan.

“Pohon ini berumur 1.000 tahun ketika Yesus berjalan di Bumi,” kata Milarch, sambil menunjukkan bibit pohon sequoia raksasa yang dia kloning.

“Pohon Redwood yang kami kloning berusia 2.000-4.000 tahun, dan kami tidak tahu bagaimana pohon ini bisa setua itu,” kata Milarch.

“Ini seperti menemukan keluarga di suatu tempat di daerah terpencil, di mana orang-orangnya berusia 200 hingga 300 tahun. Tidakkah Anda ingin mempelajari genetika mereka dan mencari tahu bagaimana mereka bisa hidup begitu lama?”

Tujuan LSM-nya jelas, mereka ingin menghutankan kembali Bumi dengan pohon-pohon yang tahan terhadap pemanasan global.

Pohon Sequoia terakhir yang tersisa di dunia terbatas pada 75 rumpun, tersebar di sepanjang sabuk sempit Sierra Nevada barat di California, AS.

Sequoia memiliki batang besar dengan kulit kayu setebal 45 cm dan bisa tumbuh setinggi lebih dari 90 meter.

Pohon ini telah bertahan selama ribuan tahun dari kebakaran hutan dan penyakit, sekarang dalam bahaya musnah oleh kebakaran hutan yang semakin intens akibat perubahan iklim.

Memerangi perubahan iklim
Salah satu anggota terkenal dari keluarga pohon raksasa tua adalah Jenderal Sherman, dianggap sebagai pohon terbesar di Bumi berdasarkan volumenya.

Sebuah studi independen menemukan bahwa satu pohon Jenderal Sherman ini dapat menyimpan sekitar 86 tahun emisi karbon seseorang.

Milarch mengatakan bahwa pohon purba ini memiliki kapasitas untuk menyerap karbon dioksida sepuluh kali lebih banyak daripada pohon pada umumnya.

Dia percaya bahwa salah satu cara untuk mengatasi perubahan iklim adalah dengan mengisi kembali planet Bumi dengan ragam pohon-pohon kuno ini.

“Kami menemukan 130 spesies pohon berbeda di seluruh dunia. Kami menemukan 22 pohon ek berusia 1.000 tahun di Irlandia,” kata Milarch.

Dia percaya bahwa dirinya dan LSM-nya akan mampu mengkloning 5 juta pohon-pohon tertua di dunia itu dalam empat tahun.

Baca juga: CityTree, Tembok Berlumut dengan Manfaat Senilai 250 Pohon

Sampel berasal dari cabang atas pohon yang sehat, kemudian ditambahkan ke kubus busa steril, bersama dengan campuran hormon.

“Kami meningkatkan kemungkinan keberhasilan 3-4 persen menjadi 97 persen dengan menggunakan kubus busa dengan hormon,” kata Milarch.

Untuk menghindari monokultur dan mempromosikan keragaman, DNA pohon terkuat dan paling kuno dicampur, agar membantu pohon-pohon ini tahan terhadap penyakit.

Dengan bekerja sama dengan laboratorium di seluruh dunia, Milarch berpikir adalah mungkin untuk menciptakan ratusan juta spesies asli pohon-pohon tertua di dunia ini dengan daya tahan tinggi.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan