Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Kacau, Cuma 1,2% Perusahaan Top Dunia yang Lapor Disclosure Risiko Iklim

Topcareer.id – Menurut data dari penelitian ESG dan manajer investasi Arabesque, hanya satu persen lebh sedikit dari 5.000 perusahaan besar secara global yang membuat disclosure substansial tentang risiko iklim mereka, sementara lebih dari setengahnya tidak melaporkannya sama sekali.

Hanya 1,2 persen dari perusahaan yang dianalisis oleh Arabesque – kebanyakan dari mereka adalah perusahaan besar yang terdaftar – melaporkan semua 11 rekomendasi dari Task Force on Climate-Related Financial Disclosures (TCFD) pada tahun 2019.

Lima puluh empat persen dari perusahaan-perusahaan top tidak membuat disclosure-nya, menurut data tersebut.

TCFD dibentuk oleh Dewan Stabilitas Keuangan, yang mengelompokkan regulator, bank sentral, dan pejabat perbendaharaan dari negara-negara G20, dan menetapkan rekomendasi pada tahun 2017 tentang bagaimana perusahaan dapat secara sukarela mengungkapkan risiko dan peluang dari perubahan iklim.

Investor semakin fokus pada eksposur perusahaan terhadap perubahan iklim, karena pembicaraan iklim PBB berakhir pada Sabtu (13 November) dengan kesepakatan yang untuk pertama kalinya menargetkan bahan bakar fosil sebagai pendorong utama pemanasan global.

“Kita perlu bertindak sesuai janji. TCFD adalah kerangka kerja yang dilihat semua orang … kualitas pengungkapan harus meningkat cukup signifikan,” kata presiden Arabesque Daniel Klier, dikutip dari laman Reuters.

Baca juga: Demi Kesehatan Lingkungan, Pengrajin Batik Beralih Ke Pewarna Alami

Analisis Arabesque meunjukkan, perusahaan layanan kesehatan dan teknologi adalah pelanggar terburuk, dengan lebih dari 70 persen tidak mengungkapkan. Sementara perusahaan energi termasuk di antara mereka yang memberikan informasi paling banyak.

“Industri yang menghadapi pengawasan investor paling banyak adalah industri yang berusaha melakukan pekerjaan yang lebih baik,” kata Klier.

Regulator di pasar seperti Inggris, Uni Eropa, Brasil, Hong Kong, Jepang, Selandia Baru, Singapura, dan Swiss telah mulai menggunakan rekomendasi TCFD sebagai dasar pengungkapan wajib.

TCFD juga mengatakan bulan lalu hanya sekitar setengah dari perusahaan yang mengungkapkan risiko dan peluang terkait iklim dalam beberapa bentuk, rata-rata mencakup sekitar sepertiga dari 11 pengungkapan yang direkomendasikan. Tinjauan TCFD 2021 mencakup lebih dari 1.600 perusahaan di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan