Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Demi Kesehatan Lingkungan, Pengrajin Batik Beralih ke Pewarna Alami

Dok/CNN Indonesia

Topcareer.id – Selama empat tahun terakhir kelompok pembatik di Klaces, Cilacap Jawa Tengah telah beralih dari menggunakan bahan kimia untuk pewarnaan ke produk berbasis mangrove, karena menghemat biaya dan membantu kebersihan lingkungan.

Sodikin (48) rutin mencari buah bakau yang jatuh untuk dikumpulkan dan membuat pewarna alami darinya.

“Kami menggunakan bahan-bahan alami untuk melestarikan hutan bakau juga,” kata Sodikin, kepada Reuters saat dia mengolah buah bakau kering sebelum direbus untuk mendapatkan pewarna alami.

“Kami tidak menebang pohon dan kami hanya mengambil buah bakau atau daunnya yang tumbang.” Jelas Sodikin.

Mangrove memainkan peran penting bagi lingkungan alam Indonesia, berfungsi sebagai penghalang terhadap tsunami dan menyediakan ekosistem penting bagi ikan dan kepiting.

Mangrove juga merupakan penyerap emisi karbon dioksida yang lebih efektif dibandingkan dengan hutan hujan atau lahan gambut.

Baca juga: Industri Batik RI Serap 200 Ribu Tenaga Kerja

Meskipun lebih kusam daripada pewarna sintetis, pewarna alami lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai pasar yang lebih besar karena kualitas dan daya tahannya, menurut Erwin Ardli, ahli ekologi mangrove di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

“Kami melihat minat terhadap pewarna alami semakin meningkat, dan terutama bagi masyarakat menengah ke atas, mereka tampak bangga mengenakan pakaian yang menggunakan pewarna alami ini daripada pewarna sintetis,” ujarnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan