Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Januari 24, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Pakar UGM Sebut Covid-19 Bisa Menyerang Saluran Pencernaan

Kasus Positif Covid-19 Meledak, Ini Analisis Epidemiolog UGMVirus corona COVID-19. (ilustrasi: pexels)

Topcareer.id – Seperti yang kita ketahui sejauh ini, gejala orang yang terpapar virus corona Covid-19 akan menyerang saluran pernapasan, tetapi tidak sedikit juga yang menyerang saluran pencernaan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Prof. drh. R. Wasito, mengatakan gejala terpapar Covid -19 pada manusia yang lebih banyak menyerang saluran pernapasan dengan muncul batuk dan pilek hingga gangguan pernapasan.

Ia menduga tidak menutup kemungkinan virus corona menyerang saluran pencernaan dengan munculnya diare akut, seperti halnya yang terjadi pada hewan terpapar coronavirus.

“Sekarang ini lewat pernapasan, namun bisa saja nantinya lewat tinja karena mengalami diare. Saya sudah menduga lama,” kata dia dalam siaran pers dikutip Selasa (30/11/2021).

Sejak meneliti corona virus pada hewan sejak 33 tahun lalu, Wasito menuturkan bahwa ukuran virus ini sangat kecil yakni 0,1 mikron sehingga bisa menembus masker yang dipakai manusia. Oleh karena itu, ia menyarankan agar lebih banyak menjaga jarak minimal 2 meter agar tidak tertular.

“Percuma jika kita memakai masker tapi jarak masih berdekatan dan bersentuhan karena ukuran virus yang kecil ini bisa keluar masuk masker,” tuturnya.

Baca juga: Apa Iya Varian Covid-19 Omicron Lebih Menular? Ini Jawaban WHO

Selain itu, kemampuan penetrasi virus Covid-19 ini sangat tinggi pada kondisi tubuh yang mengalami kepanikan atau stres. “Menghindari stres dengan jangan kagetan atau gumunan, tetap menjaga 6M, 3T, lingkungan yang kondusif dan selalu konsumsi suplemen vitamin,” ujarnya.

Ia mengatakan, virus Covid-19 terus akan mengalami mutasi sehingga memunculkan varian baru seperti adanya varian Delta dan Omicron. Mutasi virus tersebut bisa terjadi di semua negara dimana virus Covid-19 itu pernah terdeteksi.
Sebab, menurutnya virus yang berasal dari kelelawar ini sudah mengalami ribuan mutasi dalam tubuh kelelawar sehingga mampu menular ke manusia dan kini sudah antar manusia.

“Di kelelawar terjadi mutasi yang berulang-ulang sehingga dulu bisa menyebabkan Sars dan Mers. Saat ini masih dicari kenapa bisa terjadi mutasi berulang sampai beribu kali dalam sirkulasi darah dan dalam sel jaringan kelelawar yang kini masih menjadi misteri, tapi tidak semua kelelawar memiliki corona,” kata Wasito.

Tinggalkan Balasan