Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Januari 24, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Tips agar Atasan Lekas Memaafkan Kamu (Bagian 2)

Ilustrasi bos. Dok/Wise Bread

Topcareer.id – Ketika melakukan kesalahan di tempat kerja, tak ada cara lain yang lebih baik selain meminta maaf secara langsung kepada atasan.

Namun, terkadang meminta maaf tidak selalu berhasil membuat bos memaafkan kita. Butuh sedikit trik agar permintaan maaf yang kamu lakukan mampu meluluhkan kekesalannya.

Nah, biar enggak bingung, yuk simak tips dari Amy Morin, Psikoterapis dan penulis kekuatan mental terlaris berskala internasional dalam laman Forbes berikut ini.

Bagian akhir dari artikel

Penawaran perbaikan

Jika ada sesuatu yang dapat kamu lakukan untuk memperbaiki situasi, tawarkan untuk melakukannya. Itu mungkin berarti membayar sesuatu dari kantong kamu sendiri atau bekerja lebih lama, tetapi itu bisa menunjukkan kepada atasan bahwa kamu bersedia bertanggung jawab.

Sebagian besar waktu, kamu tidak dapat memperbaiki kesalahan terkait pekerjaan. Jika kasusnya begitu, kamu mungkin hanya perlu mengakui konsekuensi dari perilaku kamu.

Baca juga: Kenapa Meminta Maaf Sering Terasa Sangat Sulit?

Permintaan pengampunan

Biasanya, kamu ingin meninggalkan bagian, “Tolong maafkan saya,” di bagian akhir. Cobalah ubah. Di akhir, mintalah kesempatan untuk menunjukkan kepada atasan bahwa kamu akan mengubah cara kamu dalam bekerja.

Kamu dapat menambahkan, “Saya harap Bapak/Ibu masih bisa mempercayai saya,” atau “Saya akan menunjukkan kepada Bapak/Ibu bahwa saya dapat melakukan yang lebih baik di pertemuan berikutnya.” Terdengar lebih baik bukan?

Buktikan kesungguhan kamu

Pada akhirnya, permintaan maaf adalah sebuah cara untuk menunjukkan ketulusan kamu, serta permohonan untuk kesempatan kedua.

Yang menentukan keberhasilan dari permintaan ini tentunya adalah tindakan dan perubahan apa yang kamu lakukan untuk memperbaiki kinerjamu kedepan. Ya, bukti kinerjalah yang akan menjadi penentu nasib kamu.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan