Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

8 Tanda Kecerdasan Emosional Kamu Rendah (Bagian 2)

Ilustrasi Face RecognitionIlustrasi Face Recognition

Topcareer.id – Kecerdasan emosional (EQ) yang rendah mengacu pada ketidakmampuan untuk secara akurat memahami emosi (baik pada diri sendiri maupun orang lain) dan menggunakan informasi itu untuk memandu pemikiran dan tindakanmu.

EQ ini pada dasarnya penting untuk setiap aspek kehidupan. Faktanya, banyak ahli sekarang percaya bahwa EQ sebenarnya lebih penting daripada IQ.

Untuk menentukan kesuksesan hidup secara keseluruhan pun EQ kini sangat dibutuhkan.

Dengan demikian, memiliki EQ rendah dapat berdampak negatif tidak hanya pada hubungan interpersonal tetapi juga kesehatan mental dan fisik.

Berikut ini ada delapan tanda klasik orang dengan kecerdasan emosional rendah.

Lanjutan dari bagian pertama artikel (link artikel)

Mereka memiliki ledakan emosional
Kemampuan mengatur emosi merupakan salah satu komponen kecerdasan emosional.

Orang dengan EQ rendah sering kesulitan untuk memahami dan mengendalikan emosi mereka.

Mereka mungkin menyerang secara reaktif tanpa memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan atau mengapa mereka begitu kesal.

Seseorang yang tidak memiliki EQ mungkin juga mengalami ledakan emosi yang tidak terduga yang tampak berlebihan dan tidak terkendali.

Hal-hal kecil saja bisa membuat mereka menjadi marah yang bisa berlangsung cukup lama dan berlarut-larut.

Mereka harus berjuang untuk memiliki hubungan
Orang dengan EQ rendah sering kali hanya memiliki sedikit teman dekat.

Ini karena persahabatan yang dekat membutuhkan saling memberi dan menerima, berbagi emosi, kasih sayang, dan dukungan emosional.

Sementara semua karakteristik ini biasanya tidak dimiliki oleh individu dengan EQ rendah.

Baca juga: 6 Cara Tunjukkan Kecerdasan Emosional Saat Interview Kerja

Mereka mengubah isi percakapan hanya tentang diri mereka sendiri
Orang yang tidak cerdas secara emosional cenderung mendominasi percakapan.

Bahkan jika mereka mengajukan pertanyaan dan tampak mendengarkan dengan penuh perhatian, mereka selalu menemukan cara untuk mengalihkan semuanya kembali kepada topik mereka sendiri.

Biasanya, mereka harus membuktikan bahwa apa pun yang kamu alami, mereka mengalaminya dengan lebih baik atau lebih buruk.

Tidak peduli apa yang kamu katakan, mereka pasti akan mengaku pernah mengalaminya lebih dari kamu.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan