Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 27, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

3 Langkah Simpel Tingkatkan Kecerdasan Emosional

Ilustrasi. (dok. TLNT)

Topcareer.id – Keterampilan emosional (EQ) mungkin datang secara alami bagi sebagian orang, namun ada juga yang harus mempelajarinya.

EQ sebetulnya bisa dilakukan oleh siapa pun untuk membantu meningkatkan kemampuan mereka di dunia profesional.

Kecerdasan emosional sangat membantu di perkembangan di tempat kerja, di mana hubungan dan keputusan bisnis sering bergantung pada pemahaman antarpribadi, kerja tim, dan komunikasi.

Faktor-faktor seperti pendidikan dan kepribadian cenderung memainkan peran besar dalam perkembangan kecerdasan emosional.

Namun, EQ adalah suatu keterampilan yang dapat ditingkatkan dengan usaha dan latihan.

Satu studi tahun 2011 menemukan bahwa peserta yang dilatih dalam kompetensi emosional utama menunjukkan peningkatan yang langgeng dalam kecerdasan emosional.

Mereka juga mengalami peningkatan kesejahteraan fisik dan mental, hubungan sosial yang lebih baik, dan tingkat kortisol (hormon stres) yang lebih rendah

Jika kamu tertarik untuk meningkatkan keterampilan EQ untuk meningkatkan kinerja di kantor, ambil langkah-langkah berikut ini.

1) Tanya diri sendiri untuk kenali emosi kamu dan tuangkan
Emosi apa yang kamu rasakan saat ini? Dapatkah kamu menyebutkan jenisnya?

Ketika dalam situasi stres, emosi apa yang biasanya muncul? Bagaimana kamu ingin merespons dalam situasi ini?

Bisakah kamu berhenti untuk sejenak mempertimbangkan kembali tanggapanmu?

Meluangkan waktu sejenak untuk menyebutkan dan menuangkan perasaanmu serta meredam reaktivitas merupakan langkah integral menuju kecerdasan emosional.

Baca juga: Dengan 3 Kata Ini, Kamu Bisa Jadi Pemimpin yang Cerdas Emosional

2) Mintalah umpan balik
Audit persepsi dirimu dengan bertanya kepada manajer, kolega, teman, atau keluarga bagaimana mereka menilai EQ kamu.

Misalnya, tanyakan kepada mereka tentang bagaimana ketika kamu menanggapi situasi sulit.

Tanyakan juga seberapa mudah kamu beradaptasi atau berempati, dan/atau seberapa baik kamu menangani konflik.

Mungkin jawaban mereka pahit untuk kamu dengar, tetapi sering kali itulah yang perlu kamu dengar untuk membenahi diri.

3) Baca literatur
Studi menunjukkan bahwa membaca karya sastra dengan karakter yang kompleks dapat meningkatkan empati.

Membaca cerita dari sudut pandang orang lain membantu kamu mendapatkan wawasan tentang pemikiran, motivasi, dan tindakan mereka serta membantu meningkatkan kesadaran sosial kamu.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan