Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Wah, 86% Koruptor Ternyata Lulusan S2!

Dok/Detik

Topcareer.id – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mendapati bahwa 86% koruptor yang ditangkap memiliki latar pendidikan yang cukup tinggi yakni S2 atau bergelar master.

“Koruptor yang berpendidikan tinggi mencapai 86 persen dari S2, 30 persen S1, 10 persennya S3. Saya tidak akan memperpanjang dan akan mem-blow up tentang 86 persennya. Tetapi apa maknanya? Bahwa ternyata semakin tinggi pendidikan, harapannya bukan hanya cerdas, bukan hanya terampil. Tapi dedikasi karakter integritasnya mestinya juga semakin tinggi,” ungkapnya seperti dikutip Detik.com, Selasa (7/12/2021).

Ghufron pun menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya sebuah jembatan menuju jenjang karier. Melainkan pendidikan juga harus membangun kepribadian hingga kecerdasan yang baik.

“Ini menunjukkan bukan salah tapi ternyata kita ada yang kurang tidak memenuhi tujuan-tujuan pendidikan, bahwa pendidikan bukan sekedar jembatan pada pekerjaan, bukan hanya jembatan mencari uang. Tapi di balik pekerjaan, di balik uang itu harus ada spiritualitas, harus ada pengendalian diri, harus ada akhlak mulia, harus ada kepribadian, ini yang kemudian proses pembelajaran saat ini hanya mengukur kecerdasan dan keterampilan,” tambahnya.

Baca juga: Bolehkah UMKM Korban Semeru Tunda Bayar KUR?

Oleh sebab itu, Gufron mengatakan pentingnya menerapkan pasal 1 angka 1 undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang menyebutkan bahwa pendidikan adalah upaya yang sadar dan terencana, untuk meningkatkan spiritualitas diri, kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan.

“Artinya dari 6 tujuan pendidikan 4 itu adalah integritas. Tapi dari 6 elemen pendidikan tersebut faktanya pada saat rekrutmen pendidikan, pada saat proses dan pada saat evaluasi belajar ternyata yang 4 elemen integritasi itu minim, yang diukur hanya integritas dan keterampilan,” jelasnya.

Gufron pun berharap agar para pemangku kepentingan bisa mencermati hal ini dan mencari jalan solusi untuk meminimalisir koruptor-koruptor yang lahir dari perguruan tinggi.

“86% pendidikan koruptor itu adalah alumni perguruan tinggi, itu datanya Pak, mudah-mudahan nanti bisa dicermati oleh para pemangku kepentingan pendidikan ini,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan