Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 27, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Moeldoko: Indonesia punya Potensi Besar di Industri Kendaraan Listrik

Jenderal TNI (Purn) Moeldoko usai menyampaikan Kuliah Umum Tantangan Ketahanan Nasional Masa Kini. (Topcareer.id/Hilda Ilhamil Arofah)Jenderal TNI (Purn) Moeldoko usai menyampaikan Kuliah Umum Tantangan Ketahanan Nasional Masa Kini. (Topcareer.id/Hilda Ilhamil Arofah)

Topcareer.id – Meski memiliki ketergantungan untuk mengimpor, namun Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar menuju kemandirian dalam industri kendaraan listrik.

Sebab Pusat Unggulan Iptek (PUI) Universitas Sebelas Maret (UNS) sudah sangat maju dalam riset dan pengembangan teknologi baterai. Sementara untuk kontroling, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga sedang pengembangan riset.

“Kunci dalam industri mobil listrik ada tiga. Motor, baterai, dan kontroler. Perlu partner strategic, agar hasil riset bisa dibuat dalam skala industri,” ujarnya di Solo, pada Selasa (7/12/2021).

Ditambah lagi Indonesia mempunyai cadangan nikel dan cobalt, bahan dasar pembuatan baterai terbesar di dunia.

Baca juga: Percepatan Produksi Kendaraan Listrik Jadi Solusi Masalah Energi Nasional

Moeldoko juga menegaskan komitmen Presiden Joko Widodo juga sangat besar terhadap COP26 yang mengatur tentang emisi dalam kaitan perubahan iklim dunia. Sehingga Presiden akan sangat mendukung industri terbarukan.

“Ini momentum dan potensi bagi Indonesia untuk melompat ke depan dalam industri kendaraan listrik,” tambah Panglima TNI yang menjabat tahun 2013-2015 itu.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho juga menyampaikan bahwa riset dan pengembangan teknologi penyimpanan listrik UNS telah dilakukan sejak 2012, dan sudah diujicobakan untuk sepeda listrik, motor, dan mobil listrik.

“Melihat langsung PUI baterai lithium yang sudah dikembangkan sejak beberapa tahun lalu, kami optimistis ini (PUI baterai lithium) akan makin berkembang ke depan,” pungkas Prof. Jamal.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan