Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Raksasa-raksasa Teknologi Ini Tengah Membangun Metaverse (Bagian 2)

Metaverse. Sumber foto: bernardmarr.com

Topcareer.id – Metaverse merupakan suatu versi internet yang lebih canggih, di metaverse orang akan merasa nyata dalam dunia maya.

Namun, membangun Metaverse sangatlah sulit. Butuh waktu, juga usaha yang besar.

Dan kuncinya adalah: Metaverse tidak dapat dibuat oleh satu entitas. Artinya, nantinya akan ada banyak sekali Metaverse yang berbeda.

Dan sekarang, sudah mulai banyak perusahaan besar memulai garis awal dalam membangun teknologi metaverse.

Mengapa perusahaan tertarik untuk membangun Metaverse? Karena sangat menjanjikan. Metaverse bisa menjadi platform baru dan besar untuk menghasilkan uang.

Nah, berikut adalah beberapa perusahaan raksasa teknologi yang sedang membangun Metaverse:

Lanjutan dari bagian pertama artikel

5) NVIDIA
Pembuat chip komputer Nvidia Corp membangun platform Omniverse-nya untuk menghubungkan dunia 3D ke alam semesta virtual bersama.

Dinamakan Omniverse, karena digunakan untuk proyek-proyek seperti membuat simulasi bangunan dan pabrik dunia nyata.

6) Snap
Pemilik Snapchat Snap Inc telah lama membuat avatar khusus dan filter augmented reality untuk melapisi fitur digital di dunia nyata.

Tahun ini meluncurkan kacamata augmented reality pertama, tersedia bagi pengembang untuk bereksperimen dengan menciptakan pengalaman baru.

Baca juga: Teknologi Metaverse Semakin Trending, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

7) Tencent
Raksasa teknologi China Tencent Holdings Ltd adalah perusahaan video game terbesar di dunia berdasarkan pendapatan dan memiliki saham di studio game besar seperti Epic Games dan Activision Blizzard.

South China Morning Post melaporkan tahun ini bahwa Tencent telah mendaftarkan banyak merek dagang terkait metaverse untuk situs sosialnya QQ.

8) Epic Games
Epic adalah perusahaan di balik fenomena video game Fortnite, yang telah beralih dari game menembak ke pengalaman sosial seperti pesta dansa dan konser musik virtual.

Pengguna membayar untuk mendandani avatar mereka dengan kostum yang berbeda dan dapat membangun pulau dan permainan mereka sendiri.

Epic juga memiliki mesin game besar, Unreal, yang digunakan untuk mengembangkan game dan efek visual lainnya seperti latar acara TV.

CEO Epic Tim Sweeney, seorang kritikus vokal dari platform besar seperti Apple Inc dan Google Alphabet Inc, berpendapat bahwa metaverse perlu menjadi ruang bersama yang partisipatif.

9) Amazon
Raksasa e-niaga Amazon.com Inc, yang merupakan vendor layanan cloud terbesar di dunia dan memiliki banyak penawaran media, juga dipandang sebagai pemain potensial di metaverse.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan