Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Bukan Sekedar Pamer, Ini Pentingnya Presentasi Diri Melalui Media Sosial

(pixabay)

Topcareer.id – Banyak orang beranggapan bahwa media sosial hanya merupakan tempat untuk memamerkan sesuatu. Namun hal ini dibantah oleh dosen pemasaran Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Univeristas Gadjah Mada (UGM), Widya Paramita.

Sebab menurutnya, sosial media saat ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, baik sebagai sarana komunikasi dengan orang lain, untuk mencari jodoh, untuk merekrut karyawan, hingga untuk berbisnis.

“Data statistik di AS yang menunjukkan bahwa 90% recruiter melaporkan ia merekrut karyawan melalui linkedin. Linkedin memang digunakan untuk menampilkan CV secara online terutama untuk jobseeker. Fenomena terakhir adalah sosial media yang digunakan untuk bisnis,” ujarnya dalam webinar yang berjudul “Don’t judge a Person by His/Her Social Media Account, Strategi Presentasi Diri Melalui Media Sosial,” pada Jumat, (10/12/2021).

“Saat ini banyak pengguna media sodial yang memanfaatkan akunnya dengan baik untuk menjadi influencer. Dikatakan influencer karena orang tersebut membagi informasi yang relevan dan menarik untuk pengguna sosial media lain. Terdapat berbagai macam influencer misalnya mikro influencer dan makro influencer,” tambah Widya.

Baca juga: Social Media Mengganggu Mental Kamu? Segera Lakukan Ini

Melihat fakta ini, Widya pun mengatakan pentingnya untuk mempunyai strategi presentasi diri di sosial media. Strategi inilah yang akan menjadi upaya seseorang untuk mengelola kesan atau impresi orang lain terhadap dirinya.

“Secara umum, orang ingin dipersepsikan positif oleh orang lain. Terdapat berbagai macam kategorisasi presentasi diri, contohnya adalah bragging vs humblebragging, yaitu dengan menutup-nutupi niat menyombongkan atau membanggakan diri sendiri dengan merendahkan diri atau komplain,” pungkasnya.

Widya pun menemukan meski secara umum humblebragging ini dinilai negatif, tetapi secara umum orang menilai humblebragging lebih positif jika dilakukan oleh selebriti daripada dilakukan oleh influencer.

Hal ini dikarenakan orang menganggap bahwa sangat wajar jika influencer melakukan humblebragging untuk meningkatkan statusnya. Justru ketika dia melakukan humblebragging maka akan dinilai kurang bersyukur atau tidak kompeten sehingga menimbulkan rasa marah (iritasi) bagi orang umum.

Tetapi sebaliknya, jika selebriti yang melakukan humblebragging maka akan dinilai wajar dan menyenangkan karena orang dengan status yang tinggi sangat mungkin merasa jenuh.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan