Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

LRT Jabodebek Akan Dioperasikan Tanpa Masinis, Bahaya Enggak?

Topcareer.id – Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) direncanakan akan segera beroperasi. Uniknya, LRT ini akan melaju tanpa seorang masinis, melainkan menggunakan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) level 3.

Lantas bagaimana jika terjadi kendala atau masalah saat LRT berjalan?

Menurut VP Public Relations KAI Joni Martinus, meski dilakukan secara otomatis tanpa masinis, namun KAI mensyaratkan adanya petugas operasional di dalam kereta untuk penanganan kondisi darurat dan pelayanan kepada pelanggan yang biasa disebut Train Attendant.

“Jika terjadi gangguan sarana atau prasarana, petugas Train Attendant akan mengambil alih pengoperasian kereta secara manual dengan kecepatan terbatas,” ujarnya pada Senin (13/12/2021).

Dalam implementasinya, lanjut Joni, LRT Jabodebek ini akan beroperasi mengikuti jadwal yang telah diunggah ke sistem persinyalan di pusat kendali operasi atau Operation Control Center (OCC).

Seluruh operasional LRT Jabodebek kemudian berjalan secara otomatis dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Sistem CBTC GoA 3 pada LRT Jabodebek ini dibangun oleh sinergi BUMN antara KAI, Adhi Karya, Len Industri, dan INKA.

Baca juga: Bill Gates: Sekitar 3 Tahun Lagi Kamu Bakal Ngantor di Metaverse!

“Operator pada OCC akan memantau jalannya LRT dan hanya akan mengintervensi jika ditemukan ketidaksesuaian seperti adanya keterlambatan, gangguan suplai daya, dan sebagainya,” tambahnya.

Kemudian dari segi keselamatan, LRT Jabodebek juga telah dilengkapi dengan Automatic Train Protection (ATP) yang membuat LRT terlindungi dari over speed dan jaminan pengereman yang andal.

Selain itu ada pula interlocking & zone controller yang berfungsi untuk menjamin tidak adanya kesalahan pembentukan rute serta mendistribusikan otorisasi kontrol operasi LRT.

“Keunggulan dari GoA 3 adalah seluruh operasi kereta dilakukan secara otomatis sehingga mengurangi potensi kecelakaan akibat human error, meningkatkan akurasi jadwal kereta, dan dapat mengoptimalkan jadwal perjalanan,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya pengoperasian kereta dengan sistem CBTC GoA 3 ini juga telah diterapkan di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Singapura, Spanyol, Inggris, Brazil, dan beberapa negara lainnya.

Dan di Indonesia sendiri, penggunaan GoA 3 untuk LRT Jabodebek telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP 765 Tahun 2017.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan