Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

8 Kebiasaan Nyentrik Orang Jenius yang Bikin Mereka Semakin Pintar

Albert Einstein. (dok. SCMP)

Topcareer.id – Ada hubungan menarik antara jenius dan perilaku nyentrik. Seperti Einstein yang hobi memungut puntung rokok dari jalan kemudian menggunakan tembakaunya pada pipa rokoknya.

Benjamin Franklin suka duduk telanjang di depan jendela setiap pagi dan membiarkan udara bersirkulasi di sekujur tubuhnya.

Keeksentrikan mereka tidak sepenuhnya tanpa penjelasan, ada manfaat mental di balik beberapa kegilaan mereka.

Berikut ini delapan kebiasaan unik nan eksentrik dari para genius yang mungkin juga bisa membuatmu lebih pintar seperti mereka:

1) Sering bercinta
Emilie du Ch√Ętelet tidak dikenal karena karya ilmiah perintisnya di awal abad ke-18 tetapi terkenal karena kehidupan seksnya yang aktif.

Para ilmuwan dan peneliti di Konkuk University di Seoul mencatat bahwa aktivitas seksual sangat mujarab meningkatkan fungsi kognitif dan mempromosikan neurogenesis (produksi neuron baru) melalui penekanan stres kronis.

2) Kelilingi diri dengan emas 24 karat
Setiap malam, Dr. Yoshiko Nakamatsu yang mematenkan lebih dari 3.300 penemuan termasuk floppy disk, akan masuk ke kamar mandinya yang dilapisi emas 24 karat.

Dia menjelaskan emas bisa menghalangi gelombang radio dan sinyal televisi yang berbahaya bagi imajinasi.

Bisa ditarik kesimpulan, kamu mungkin tidak bisa mengelilingi diri dengan emas 24 karat, tetapi kamu bisa menjauh dari gelombang radio, komputer, WI-fi, ponsel, hingga bluetooth.

Untuk meningkatkan kinerja mental, tenangkan pikiran dari hiruk pikuk teknologi dengan berjalan-jalan di alam atau bermeditasi.

3) Rutin terpapar suhu dingin
Benjamin Franklin pergi berenang setiap pagi di sungai Thames yang dingin di London, dan Theodore Roosevelt berenang di perairan dingin Sungai Potomac di Washington D.C. setiap pagi di musim dingin.

Berendam dalam air dengan berbagai suhu untuk manfaat fisik dan mental adalah praktik kuno.

Hippocrates dari Yunani mengatakan bahwa terapi air bisa “menghilangkan keletihan” (kelemahan fisik atau mental).

Saat kamu mandi air dingin atau berenang, kejutan tersebut menyebabkan darah bergerak ke inti tubuh dan membasahi otak serta organ vital dengan darah segar.

4) Tidak membumbui makanan sebelum dicoba
Thomas Alfa Edison memiliki proses wawancara yang ketat untuk setiap karyawan potensialnya.

Selain mengharuskan mereka fasih dalam mata pelajaran acak, Edison memberi mereka “Tes Garam.”

Dia akan mengundang para kandidat untuk makan semangkuk sup, tetapi siapa pun yang menambahkan garam tanpa mencicipi sup terlebih dahulu, langsung gagal dalam ujian.

Memberi tambahan bumbu sebelum mencicipi adalah tanda yang jelas untuk membuat keputusan berdasarkan asumsi yang tidak berdasar.

Pikiran cerdas adalah pikiran kritis. Jangan pernah melompat tanpa menguji sesuatu, atau dalam hal ini mencicipi sup.

Baca juga: Meja Kerja yang Berantakan Menandakan Kamu Jenius

5) Aksi mogok makan
Pythagoras, filsuf dan matematikawan Yunani kuno, secara sistematis akan membuat dirinya kelaparan selama 40 hari.

Dia mengajari murid-muridnya puasa hanya dengan minum air, ia yakin bahwa itu bisa meningkatkan persepsi mental dan kreativitas.

Penelitian modern telah menunjukkan bahwa puasa meningkatkan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang membantu fungsi memori dan dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru.

Stres akut yang disebabkan oleh puasa juga menyebabkan otak melepaskan endorfin, yang mengarah pada perasaan sejahtera dan euforia.

6) Menangis
Jika kamu ingin menjadi sekreatif Steve Jobs, mulailah mengalirkan air mata atau menangis.

Biografi resmi Jobs mengungkapkan bahwa dia sering menangis tanpa henti ketika dia frustrasi dan tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

Menangis bisa mengurangi stres. Air mata menghilangkan hormon penyebab stres dan menurunkan kadar mangan dalam tubuh yang mengatur suasana hati.

Pelepasan emosi dari tangisan juga mengarah pada keseimbangan mental dan perasaan tenang setelah badai.

7) Putus sekolah
Putus sekolah bukan berarti membenci pendidikan, melainkan haus akan ilmu yang terhalang karena cita-cita yang tidak sejalan dengan institusi.

Daftar dropout terkenal termasuk Bill Gates, Mark Zuckerberg dan miliarder wanita termuda, Elizabeth Holmes.

Semuanya mengungkapkan tiga pelajaran utama dari putus sekolah

  • Belajar otodidak
  • Mampu mengidentifikasi pola dan membuat prediksi
  • Bisa membuat keputusan yang berani.

Untuk putus sekolah yang sukses, berarti kamu harus terus-menerus melatih pikiran untuk mencari pola dan beralih ke jalur yang paling sesuai dengan tujuan kamu.

8) Jangan terburu-buru untuk menulis ide
Serial Harry Potter yang kini bernilai miliaran dolar karya JK Rowling idenya datang kepadanya saat dia duduk diam di kereta.

Rowling terlalu malu untuk meminjam pena kepada siapa pun, jadi dia membiarkan pikirannya mengembara selama berjam-jam.

Hal itu justru memberinya ide-ide baru yang semakin berkembang dan terus meluas.

Dia tanpa sadar melibatkan pikirannya dalam tahap kreatif yang disebut “inkubasi.” Saat itulah pikiran bawah sadar mensintesis semua informasi yang ditemui melalui kerja sadar.

Pelepasan mental dan “pengembaraan tanpa pikiran” memungkinkan semua pengetahuan meresap.

Jadi, biarkan ide-ide kamu terbentuk sempurna dulu sebelum mengambil tindakan besar atau membuat keputusan akhir.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan