Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Januari 24, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

6 Tren Teknologi untuk Usaha Kecil di 2022 (Bagian 1)

Ilustrasi job fair online. Dok/TechRepublic

Topcareer.id – Untuk usaha kecil, mungkin teknologi bukan sebagai ‘tulang punggung’ utama yang berada di depan. Tapi, teknologi tetaplah memainkan peranan penting dalam pertumbuhan dan efisiensi bisnis apapun.

Dalam Business News Daily, pakar-pakar teknologi dan pemilik usaha kecil berbagi tentang tren teknologi atau perubahan terbesar terkait teknologi untuk usaha kecil di tahun mendatang, berikut trennya.

1. Artificial Intelligence

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan machine learning telah menjadi topik teknologi hangat selama bertahun-tahun. Karena teknologi ini diimplementasikan ke dalam lebih banyak solusi, pemilik usaha kecil akan terus memasukkannya ke dalam proses baru dan yang sudah ada pada 2021. Itu bisa berarti berbagai skenario, mulai dari asisten suara hingga pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi.

Meredith Schmidt, wakil presiden eksekutif dan manajer umum bisnis kecil dan penting di Salesforce, mengatakan bahwa meskipun kecerdasan buatan mungkin terdengar seperti sesuatu yang hanya digunakan oleh perusahaan besar, itu akan mulai lebih banyak diadopsi oleh bisnis kecil.

“AI akan membantu usaha kecil menawarkan pengalaman yang lebih personal kepada pelanggan mereka dengan memaksimalkan waktu mereka dan mengotomatiskan tugas manual,” kata Schmidt.

2. 5G

Adopsi teknologi 5G – generasi kelima dari kemampuan seluler, yang menawarkan kecepatan transmisi data yang jauh lebih cepat daripada 4G yang didukung secara luas – dimulai pada tahun 2019. Menurut produsen ponsel Huawei, 5G menjanjikan kecepatan yang lebih cepat daripada 4G LTE, dengan sedikit atau tanpa latency (keterlambatan dalam transfer data).

Baca juga: Tantangan Terbesar Bagi Anak Pekerja Migran Ketika Diasuh Orangtua Pengganti

Kemajuan ini merupakan langkah besar dalam pengembangan internet of things (IoT), karena jaringan 5G lebih mampu mendukung masuknya perangkat pintar yang saling terhubung. Meskipun ada banyak hype seputar 5G, bagaimanapun, ini masih dalam tahap awal.

3. Tech-assisted Shopping

Menanggapi lockdown dan gangguan terkait pandemi lainnya, bisnis besar telah menggunakan teknologi seluler, belanja online, dan penjadwalan seluler untuk menciptakan pengalaman belanja tanpa kontak.

Menurut Staples, pendekatan teknologi tinggi untuk menjaga keselamatan orang ini telah menyebar ke lebih dari sekadar penjemputan di tepi jalan, yang telah menjadi perpanjangan alami dari teknologi yang ada seperti mobile payment.

“Mobile payment dulunya merupakan hal yang menyenangkan yang membawa kenyamanan menghindari antrean panjang untuk pembeli di toko-toko yang ramai,” katanya.

“Tapi sekarang, sebagai akibat dari pandemi, mereka hampir menjadi persyaratan dasar bagi sebagian besar retail. Berbelanja dan check out dengan kode QR, dan terminal seluler sekarang menjadi kejadian sehari-hari di sebagian besar lokasi ritel.”

Faktanya, kata Staples, orang-orang menjadi begitu terbiasa dengan gaya layanan ini sehingga tidak mengherankan jika itu menjadi norma baru.

Tinggalkan Balasan