Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Tembus USD 1 Milyar, Spider-Man: No Way Home belum Dapat Jadwal Rilis di China

Spider-Man: No Way Home

Topcareer.id – Spider-Man: No Way Home baru saja dinobatkan sebagai film era pandemi pertama yang mampu menerobos USD 1 Milyar atau sekitar Rp 14 Triliun.

Hal ini tergolong luar biasa, karena selain dunia masih terpukul oleh pandemi, No Way Home juga meraih seluruh keuntungan tersebut tanpa dukungan dari penonton bioskop di China.

Ya, seperti dikutip dari THR, hingga saat ini pejabat China belum mengkonfirmasi apakah film tersebut akan dirilis di negara tersebut pada akhir tahun ini.

Laporan bulan lalu menyarankan bahwa film tersebut akan menjadi yang pertama dari Marvel Studios tahun ini yang menerima rilis di negara tersebut, namun hingga saat ini belum mendapat kepastian tanggal rilis.

Baca juga: Spider-Man: No Way Home, Film Era Pandemi Pertama yang Tembus Rp 14 Triliun

No Way Home sendiri dibiayai bersama oleh Sony Pictures dan Disney, tetapi Sony kebetulan mengendalikan semua distribusi untuk waralaba blockbuster.

“Disney memiliki rekor fantastis di China. Kami adalah pemain utama di sana. Kami memiliki pandangan jangka panjang tentang hubungan. Kami tidak benar-benar fokus pada acara individu,” kata presiden Disney Asia-Pasifik Luke Kang kepada Variety, oktober lalu.

“Marvel sangat populer di China. Kami sangat antusias untuk menyuguhkan konsumen China konten baru apa pun yang kami miliki, baik itu Marvel, Disney, Pixar, Star Wars atau yang lainnya. Sulit untuk memprediksi langkah pemerintah. Tugas kami adalah berada di tempat konsumen berada, memahami konsumen, [mengerti] di mana merek dan waralaba kami beresonansi. Dalam batasan dan batasan yang diberikan, kami dapat memaksimalkan jangkauan dan potensi kami.”

Sebelumnya, dua film terbaru Marvel, yakni Shang-Chi and the Legends of Ten Rings dan Eternals masuk daftar hitam terkait kontroversi yang melibatkan pembuat film mereka dan kritik dari Tiongkok.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan