Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 8, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Keren! Kendaraan Resmi KTT G20 Pakai Mobil Listrik

Dok/MerdekaDok/Merdeka

Topcareer.id – PT PLN (Persero) bakal bangun sebanyak 21 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Bali.

Dari total 21 unit SPKLU yang akan dibangun, 12 unit di antaranya bertipe 25 KW dan 9 unit bertipe Fast Charging 50 KW.

SPKLU akan dibangun di berbagai lokasi strategis demi mendukung acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali tahun 2022.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury melihat upaya PLN ini merupakan bagian untuk mendorong ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia untuk masa depan yang lebih cerah.

Kementerian BUMN pun melihat provinsi Bali menjadi kawasan tepat untuk didorong penggunaan KBLBB dalam waktu dekat.
 
“Terkait dengan pelaksanaan KTT G20 menjadi satu kesempatan kepada Indonesia untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita memang memiliki komitmen untuk mendorong penurunan emisi,” ujarnya pada acara peresmian SPKLU di Rumah Kreatif BUMN Bali, Senin (27/12/2021).

Pahala berharap dengan adanya SPKLU ini selain untuk kelancaraan KTT G20 namun juga dijadikan pemicu dalam mendorong masyarakat menggunakan mobil listrik.

Ia juga mengapresiasi PLN yang secara konsisten mempercepat pembangunan infrastruktur KBLBB selama ini.

Infrastruktur seperti SPKLU ini dinilai penting untuk mendukung akselerasi KBLBB di Indonesia.

KTT G20 akan dijadikan PLN sebagai ajang showcase penggunaan mobil listrik, hal ini tentu mendukung simbol tema utama G20, yakni transisi ke energi bersih.

Menurut informasi, penggunaan mobil listrik oleh panitia KTT G20 nanti akan mencapai 500 unit.

Pahala berharap institusi lainnya, seperti BUMN, BUMD maupun Pemda, juga dapat ikut beralih menggunakan KBLBB dalam menyambut KTT G20.

21 unit SPKLU bertipe Fast Charging pada 15 shelter di Bali ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2022.
 
KBLBB memiliki biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.

Tentu ini bisa menjadi pilihan tepat bagi institusi yang sedang memerlukan efisiensi untuk kegiatan operasionalnya.
 
“Sebetulnya bagi pengguna motor listrik, saat ini kalau dia berkendara 60-70 km per hari, penghematan perbulannya bisa mencapai Rp 300-400 ribu. Berarti untuk satu tahun penghematannya bisa mencapai Rp 4-5 juta,” tegas Pahala.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan, melihat kebutuhan infrastruktur KBLBB untuk acara KTT G20, PLN akan menambah pengoperasian SPKLU di Bali.

“Akselerasi ekosistem KBLBB di Bali akan menjadi model bagi wilayah lainnya untuk membangun infrastruktur SPKLU dalam memberikan kemudahan pengisian energi listrik bagi masyarakat pemilik kendaraan listrik,” tutur Darmawan.
 
Darmawan menyampaikan 5 SPKLU sudah mulai proses pekerjaan dan Januari sudah bisa digunakan masyarakat. Sisanya diperkirakan selesai Maret 2022.

Baca juga: PLN Uji Coba Mobil Listrik, Tempuh 72 Km Hanya Butuh Rp10 Ribu

Pembangunan SPKLU yang dilaksanakan oleh PLN tentu bukan tanpa tantangan, PLN harus berhadapan dengan kenyataan bahwa cukup sulit mencari tempat strategis untuk menyediakan SPKLU.

“Masalah tempat strategis ini menjadi tantangan utama. Untuk itu kami mengajak kolaborasi pemilik lahan strategis untuk pembangunan SPKLU,” papar Darmawan.
 
Darmawan menyampaikan jika Bali bisa menjadi contoh dalam mendorong pengugnaan mobil listrik, ini tentu bisa mendorong kota lain mengikutinya.
 
Saat ini PLN sudah membangun total 67 unit SPKLU yang berada di 45 lokasi pada 21 kota.

Untuk memudahkan penggunanya, PLN telah menambahkan sajian fitur layanan terbaru tentang SPKLU pada aplikasi PLN Mobile untuk membantu mencari lokasi SPKLU.
  
“Fitur tambahan pada aplikasi PLN Mobile kini sudah tersedia menu SPKLU yang terkoneksi dengan aplikasi Charge.IN, sehingga dapat menambah kenyamanan pengguna kendaraan listrik dalam mencari lokasi SPKLU terdekat serta kemudahan bertransaksi yang terintegrasi dengan dompet digital,” tutup Darmawan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan