Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Tips Sukses Jadi Investor Saham ala Lo Kheng Hong, Warren Buffettnya Indonesia

Topcareer.id – Generasi Z dan Gen Y atau lebih dikenal dengan sebutan generasi millenial kini mulai menunjukan ketertarikannya terhadap investasi. Hal ini, didorong oleh sejumlah faktor, terutama soal kondisi finansial.

Bahkan berdasarkan survei yang dilakukan Katadata Insight Center, 41,3% generasi millenial mengaku mulai membeli saham pada 1-2 tahun terakhir.

Tak hanya itu, Co-Founder Investor Academy Indonesia, Donald Crestofel Lantu juga mengatakan bahwa jumlah investor di Indonesia kini mengalami kenaikan 20 hingga 30 persen dan telah mencapai angka 2,4 juta orang. Menurutnya, kenaikkan ini disumbang dari kalangan para milenial yang sudah sadar akan kebutuhan keuangan masa depan.

Melihat kenyataan ini, Lo Kheng Hong, sosok yang dijuluki Warren Buffett Indonesia dan telah malang melintang di dunia investasi hingga 32 tahun ini membocorkan tips sukses berinvestasi di pasar modal, di antaranya:

Baca laporan keuangan
Menurutnya, tidak ada alasan investor atau trader tak membaca laporan keuangan. Sebab kunci untuk memilih emiten itu justru dari laporan keuangan. Investor bisa mulai membaca laporan keuangan dari: berapa laba, penjualan, modalnya berapa, berapa utangnya, utangnya lancar atau macet.

Baca juga: Elon Musk Jual Saham Tesla, Tertarik Membeli?

Sabar menanti hasil yang terbaik
Tidak ada yang instan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ini dibuktikan Lo Kheng Hong ketika pertama kali terjun berinvestasi. Bukannya untung tapi malah rugi, karena memulainya dengan cara yang salah yakni: membeli saham IPO dengan harga murah, lalu menjualnya ketika listing dengan harapan mendapatkan keuntungan. Padahal untuk mendapatkan hasil terbaik, berinvestasi perlu waktu.

Beli saham yang bidang usahanya baik
Memilih emiten sebenarnya tidak sulit, investor hanya perlu mencari industri yang dapat bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Setelah menentukan industrinya, sortir perusahaan yang misalnya masih memiliki price to book value atau PBV kecil tapi asetnya banyak dan utangnya kecil.

Pilih perusahaan yang untung
Dengan gamblang Lo mengatakan, anti membeli perusahaan yang rugi. Karena dirinya selalu mencari perusahaan yang bisa menjadi mesin uang buatnya. Sehingga ia sama sekali tidak tertarik pada perusahaan yang dari awal telah mengalami kerugian.

Track record pimpinan perusahaan yang baik
Setiap menentukan saham yang hendak dibeli, selalu cari tahu pimpinan perusahaan itu, seperti: Direksi dan Komisaris. Pastikan bahwa selama berkarier di industri, mereka adalah pribadi yang berintegritas, jujur dan memiliki reputasi yang baik.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan