Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Begini Cara Pemerintah Stabilkan Harga Minyak Goreng

Tenaga Ahli Utama KSP, Edy Priyono

Topcareer.id – Berdasarkan data Kemendag per 3 Januari 2022, harga minyak goreng tengah naik.

Harga minyak goreng curah berada di angka Rp17.900 per liter, sementara minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp18.500 per liter, dan minyak goreng premium sebesar Rp20.300 per liter.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia, yakni USD 1.340/MT.

Dalam rangka mempercepat kestabilan harga minyak goreng di pasaran, pemerintah pun ambil tindakan, salah satunya dengan memperluas operasi pasar minyak goreng hingga pasar tradisional.

“Apalagi mayoritas minyak goreng di pasaran adalah minyak goreng curah atau bukan kemasan yang banyak dikonsumsi masyarakat,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono, di Gedung Bina Graha Jakarta, dalam press rilis yang diterima Topcareer.id, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Tersedia dengan Harga Terjangkau

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), telah melakukan operasi pasar minyak goreng kemasan sederhana di toko ritel modern.

Sebanyak 11 juta liter minyak goreng kemasan sederhana digelontorkan dengan harga Rp14.000 per liter.

Hal itu menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk memastikan adanya stok minyak goreng dengan harga terjangkau. 

Edy mengakui, operasi pasar yang sudah dilakukan pemerintah memang belum membuat harga minyak goreng stabil karena dilakukan secara bertahap. “Memang butuh waktu. Yang terpenting masyarakat jangan panik,” tegas Edy.

“Jika ada hambatan, KSP siap melakukan debottlenecking sesuai tugas dan kewenangan KSP,” tuturnya.

Selain operasi pasar, Kemendag bersama Kementerian Koordinator Perekonomian mulai merencanakan pemberian subsidi minyak goreng dengan menggunakan dana pungutan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan