Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Masyarakat yang Divaksin Sinovac, bakal Dapat Booster Merek Ini

Vaksin sinovac. Dok/BBC

Topcareer.id – Vaksinasi Covid-19 lanjutan atau vaksin booster akan mulai dilakukan hari ini, tanggal 12 Januari 2022.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi booster mempertimbangkan ketersediaan vaksin yang ada di tahun ini, serta hasil riset yang dilakukan oleh para peneliti dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga jenis vaksin booster akan berbeda dengan ketersediaan vaksin tahun lalu.

Menurut Budi, untuk vaksin primer Sinovac atau vaksin dosis pertama dan kedua Sinovac akan diberikan vaksin booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca.

Sedangkan untuk vaksin primer AstraZeneca atau vaksin dosis pertama dan kedua AstraZeneca akan diberikan vaksin booster setengah dosis Moderna.

Baca juga: Fix Gratis, Ini Syarat Terima Vaksin Booster Menurut Presiden

“Ini adalah kombinasi awal vaksin booster yang akan kita berikan berdasarkan ketersediaan vaksin yang ada, dan juga hasil riset yang sudah disetujui oleh Badan POM dan ITAGI. Nantinya bisa berkembang tergantung kepada hasil riset baru yang masuk dan juga ketersediaan vaksin yang ada,” jelasnya secara virtual pada Selasa (11/1/2022).

“Vaksin booster setengah dosis menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster dosis penuh, dan memberikan dampak KIPI yang lebih ringan,” tambahnya.

Lanjut Menkes, pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog yakni vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama seperti vaksinasi dosis pertama dan kedua, atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog, vaksinasi booster yang menggunakan jenis vaksin berbeda dengan dosis pertama dan dosis kedua.

“Karena beberapa penelitian dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa vaksin booster heterolog atau vaksin booster dengan jenis kombinasi yang berbeda, menunjukkan peningkatan antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster homolog atau vaksin booster dengan jenis yang sama,” pungkas Menkes.**(Feb(

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan