Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Oktober 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Omicron Bisa Sebabkan Masalah Serius Pada Penis, Ini Detailnya (Bagian 1)

omicron

Topcareer.id – Percaya enggak percaya, varian omicron dari virus corona bisa menimbulkan sejumlah masalah pada alat vital pria.

Sudah ada beberapa kisah dari pria yang telah mengalami nasib seperti itu, dan kisahnya masuk ke jurnal medis untuk memperingatkan orang lain.

Omicron adalah jenis Covid-19 yang dominan saat ini, meskipun lebih ringan masih dapat memicu gejala yang parah dan mengejutkan.

Seperti dikutip dari laman The Sun, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan omicron pada penis pria dewasa.

Bagian pertama dari artikel.

Kerusakan pembuluh darah dan pembekuan darah
Orang biasanya berpikir Covid-19 menyebabkan masalah pernapasan. Tetapi bukti lain menunjukkan bahwa virus dapat masuk lebih dalam, dan karena itu kemungkinan besar menyebabkan kerusakan termasuk pembuluh darah penis juga.

Covid-19 bisa memasuki sel-sel endotel pembuluh darah yang ditemukan di banyak organ, yang dapat menghentikannya bekerja dengan baik.

Para peneliti di Miami mengatakan bahwa, “Covid-19 dapat menyebabkan disfungsi endotel yang meluas pada sistem organ di luar paru-paru dan ginjal, termasuk penis.”

Pembekuan darah telah menyebabkan stroke fatal, gagal paru-paru, serangan jantung dan pembatasan umum aliran darah ke organ vital.

Di penis, itu bisa menyebabkan rasa sakit yang menyiksa dan itu juga bisa mengganggu fungsi normal penis.

Baca juga: Sperma Pria yang Tak Divaksinasi COVID-19 Berharga Mahal di Masa Depan, Benarkah?

Ereksi tak berkesudahan
Meskipun “ereksi tahan lama” mungkin terdengar ideal untuk pria yang ingin bertahan lebih lama di kamar tidur, efek samping ini jauh dari menguntungkan.

Petugas medis telah melaporkan kasus pria yang ereksinya berlangsung berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Ereksi yang terus-menerus, secara medis disebut priapisme, dapat menyebabkan kematian jaringan, kerusakan permanen, atau disfungsi ereksi.

Biasanya diobati dengan suntikan ke penis, menggunakan jarum atau sayatan kecil untuk mengalirkan darah dari ruang ereksi, atau dengan mengoleskan es.

Petugas medis pertama kali melaporkan priapisme terkait Covid-19 pada seorang pria berusia 69 tahun di Ohio, AS yang kemudian meninggal.

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang malang mengalami ereksi 24 jam sebelum diperiksa oleh dokter di Wina, Austria.

Para dokter menulis: “Beberapa kasus priapismus iskemik telah dipublikasikan, kebanyakan dari mereka mempengaruhi pasien dengan gejala parah yang memerlukan rawat inap dan masuk ICU.”

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan