Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Oktober 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Konflik Kerja Nggak Selalu Buruk, Begini Cara Bikin Konflik Sehat (Bagian 2)

Budaya kerja perusahaan.

Topcareer.id – Dalam organisasi manapun, kadang konflik paling sering dihindari. Ini adalah berita buruk karena konflik kerja yang bermakna adalah landasan organisasi yang sehat dan sukses. Konflik diperlukan untuk pemecahan masalah yang efektif dan hubungan interpersonal yang efektif.

Konflik kerja yang dikelola secara efektif memiliki banyak hasil positif bagi organisasi/perusahaan. Ketika orang bisa tidak setuju satu sama lain dan melobi ide yang berbeda, organisasi akan lebih sehat.

Mengetahui cara mengangkat masalah dan berpartisipasi dalam konflik kerja yang bermakna adalah kunci kesuksesan dalam pekerjaan. Melansir The Balance Careers, 8 kiat ini akan membantu.

5. Ciptakan norma kelompok bahwa konflik seputar ide dan arah diharapkan dan serangan pribadi tidak ditoleransi

Harus sering-sering memasukkan harapan bahwa semua anggota akan berbicara jujur, bahwa semua pendapat adalah sama, dan bahwa setiap orang akan berpartisipasi. Pedoman ini juga menetapkan harapan bahwa serangan pribadi tidak ditoleransi sedangkan debat yang sehat tentang ide dan pilihan perlu didorong.

6. Memberikan pelatihan kepada karyawan tentang konflik yang sehat dan keterampilan memecahkan masalah

Terkadang orang gagal mempertahankan keyakinan mereka karena mereka tidak tahu bagaimana melakukannya dengan nyaman. Staf akan mendapat manfaat dari pendidikan dan pelatihan dalam komunikasi interpersonal, pemecahan masalah, resolusi konflik, dan khususnya, komunikasi non-defensif.

Baca juga: Jangan Bohong Saat Wawancara Kerja, Ini Bahaya Yang Perlu Kamu Tahu!

7. Cari tanda-tanda konflik tentang solusi atau arah tidak terkendali

Latih keterampilan observasi terbaikmu dan perhatikan apakah ketegangan menjadi tidak sehat. Dengarkan kritik dari sesama anggota staf, peningkatan jumlah penghinaan, dan komentar negatif tentang solusi atau proses.

Apakah pertemuan rahasia meningkat? Apakah pertemuan di balik pintu tertutup dengan beberapa peserta meningkat? Ini bukan tanda-tanda positif untuk kekompakan kelompokmu.

8. Pekerjakan orang-orang yang diyakini akan menambah nilai bagi perusahaan dengan kesediaan mereka untuk memecahkan masalah dan berdebat

Pertanyaan wawancara perilaku akan membantu menilai ketegasan calon karyawan. Pemimpin ingin mempekerjakan orang yang bersedia bertindak berani dan tidak peduli apakah mereka disukai. Ini adalah orang-orang yang akan menambah nilai bagi perusahaanmu.

Lihat dan dengarkan situasi di mana calon karyawan telah membela keyakinan mereka, bekerja dengan tim untuk memecahkan masalah, atau mendorong agenda yang tidak populer di tempat kerja.

Tinggalkan Balasan