Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Cara Menghadapi Wawancara Kerja Bagi Penyandang Disabilitas

Disabilitas. Sumber foto: alis.alberta.caDisabilitas. Sumber foto: alis.alberta.ca

Topcareer.id – Jangan biarkan disabilitas menghalangimu untuk mendapatkan pekerjaan impian.

Wawancara kerja selama proses perekrutan sangat menegangkan bagi semua orang, tetapi jika kamu memiliki disabilitas, mungkin kamu merasa seolah-olah peluangnya kecil.

Meskipun kamu mungkin sama berbakat dan terampilnya dengan kandidat lain, calon pemberi kerja biasanya sudah skeptis pada pandangan pertama.

Kamu harus melakukan wawancara dengan pola pikir positif dan menunjukkan kepada calon atasan bahwa kamu bisa melakukan pekerjaan sebaik kandidat non-disabilitas.

Beriktu ini tips untuk menghadapi wawancara kerja dan memastikan disabilitas kamu tidak memengaruhi cara kamu dipandang oleh pewawancara.

Lakukan riset
Sangat normal untuk merasa cemas pada tahap wawancara kerja apalagi jika kamu menyandang disabilitas.

Namun, kamu bisa menenangkan saraf dan memasuki wawancara dengan percaya diri dengan melakukan penelitian menyeluruh sebelum sesi wawancara.

Cari tahu sebanyak mungkin secara online tentang perusahaan, departemen perekrutan, dan apakah perusahaan tersebut dikenal ramah disabilitas atau tidak.

Jika memungkinkan, hubungi orang-orang yang kamu kenal di industri yang sama dan bicarakan dengan mereka tentang potensi yang kamu miliki.

Pertimbangkan untuk mengungkapkan disabilitas
Banyak pelamar kerja memilih untuk tidak mengungkapkan disabilitas mereka kecuali mereka benar-benar harus melakukannya.

Meskipun ini adalah sentimen yang dapat dimengerti, dalam beberapa situasi kerahasiaan mungkin lebih berbahaya daripada menolong.

Meskipun ada alasan bagus untuk berterus terang tentang disabilitas kamu, mungkin juga ada alasan bagus untuk tidak mengungkapkannya kecuali kamu benar-benar harus melakukannya.

Jangan kaitkan disabilitas dengan kelemahanmu
Pewawancara mungkin langsung bertanya tentang kelemahanmu atau memintamu untuk berbicara tentang situasi kerja di mana kelemahan kamu bisa membuatmu kehilangan sebuah proyek.

Apa pun yang terjadi, jangan pernah menghubungkan disabilitas kamu sebagai kelemahanmu! Yang terpenting, jangan meminta maaf atas disabilitas yang kamu miliki.

Alih-alih, sebelum pergi ke wawancara, pikirkan bagaimana disabilitas benar-benar bisa membuatmu jadi karyawan yang lebih baik.

Mungkin menggunakan kursi roda membuatmu lebih kreatif dalam menyelesaikan tugas sehari-hari.

Soroti fakta dan yakinkan calon atasan bahwa kamu bisa menyelesaikan tugas yang diberikan kepadamu meskipun kamu penyandang disabilitas.

Baca juga: Digitalisasi Pekerjaan Ciptakan Kesempatan bagi Penyandang Disabilitas

Jelaskan gap dalam riwayat pekerjaan
Jika kamu seorang penyandang disabilitas akibat kecelakaan setelah dewasa, kemungkinan besar ada saat-saat kamu harus meninggalkan pekerjaan penuh waktu.

Kamu mungkin telah dirawat di rumah sakit karena masalah kesehatan atau tidak dapat bekerja karena perawatan medis yang sedang berlangsung.

Apa pun alasannya, penting untuk menjelaskan kesenjangan ini dalam riwayat pekerjaan kamu selama wawancara.

Jelaskan bahwa kamu saat itu harus berhenti bekerja karena keadaanmu, bukan karena kurangnya minat.

Sampaikan bahwa kamu sepenuhnya siap bekerja lagi dan berkomitmen untuk memenuhi semua tugas terlepas dari disabilitas yang kamu miliki.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan