Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Waduh! Perang Rusia-Ukraina Pengaruhi Harga LPG Hingga Listrik di RI

Konfil antara Rusia-Ukraina. (dok. BBC)Konfil antara Rusia-Ukraina. (dok. BBC)

Topcareer.id – Konflik antara Rusia dan Ukraina ternyata membuat tren harga minyak dunia terus meningkat, termasuk harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Kenaikan harga minyak itu bahkan memengaruhi harga LPG dan listrik.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Agung Pribadi menyampaikan sementara ICP bulan Februari 2022 per tanggal 24 Februari 2022 tercatat sebesar USD95,45/barel.

“Kalau harga minyak Brent, sudah lebih dari US$100/barel. Sejak ICP naik diatas USD63/barel (asumsi APBN 2022), kita terus monitor dan antisipasi dampaknya. Tidak hanya harga minyak, tapi harga LPG seperti CP Aramco,” kata Agung dalam keterangan persnya pada Sabtu (26/2/2022).

Kenaikan harga minyak dunia turut mempengaruhi APBN. Beban subsidi, khususnya BBM dan LPG juga meningkat dan bisa melebihi asumsi APBN 2022.

“Belum lagi biaya kompensasi BBM. Namun yang pasti, Pemerintah terus mengamankan pasokan BBM dan LPG,” ungkap Agung menambahkan.

Kenaikan ICP menyebabkan harga keekonomian BBM meningkat sehingga menambah beban subsidi BBM dan LPG serta kompensasi BBM dalam APBN.

Setiap kenaikan USD 1 per barel berdampak pada kenaikan subsidi LPG sekitar Rp1,47 triliun, subsidi minyak tanah sekitar Rp 49 miliar, dan beban kompensasi BBM lebih dari Rp2,65 triliun.

Baca juga: Ini Dampak Global Perang Ukraina-Rusia Menurut IMF Dan Bank Dunia

Sebagaimana diketahui, subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2022 sebesar Rp77,5 triliun. Subsidi tersebut pada saat ICP sebesar USD63 per barel.

Selain itu, kenaikan ICP juga memberikan dampak terhadap subsidi dan kompensasi listrik, mengingat masih terdapat penggunaan BBM dalam pembangkit listrik. Setiap kenaikan ICP sebesar USD 1 per barel berdampak pada tambahan subsidi dan kompensasi listrik sebesar Rp295 miliar.

Selain dampak terhadap APBN tersebut, kenaikan harga minyak juga berdampak pada sektor lainnya khususnya transportasi dan industri yang mengkonsumsi BBM non-subsidi. “Tren kenaikan harga minyak dunia, mengerek harga keekonomian BBM,” tambahnya.

Sebagai gambaran, kisaran harga BBM non-subsidi di beberapa negara ASEAN, antara lain Singapura Rp 28.500/liter, Thailand Rp 19.300/liter, Laos Rp 19.200/liter, Filipina Rp 18.500/liter, Vietnam Rp 16.800/liter, Kamboja Rp 16.500/liter, Myanmar Rp 15.300/liter.

Tinggalkan Balasan