Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Ribuan Orang Protes Invasi Rusia ke Ukraina, Minta Hentikan Perang

Dok/kyivindependent.comDok/kyivindependent.com

Topcareer.id – Para pengunjuk rasa turun ke lapangan umum dan di luar kedutaan besar Rusia di kota-kota mulai dari Tokyo hingga ke Tel Aviv di Israel dan sampai ke New York di Amerika Serikat pada hari Kamis (24/2), untuk mengecam invasi Rusia ke Ukraina. Sementara itu, lebih dari seribu orang yang mencoba melakukan demonstrasi yang sama di Rusia ditangkap.

Mengutip Reuters, protes paling awal diketahui terjadi di luar kedutaan Rusia di Washington pada hari Kamis (24/2), hanya tiga jam setelah Presiden Vladimir Putin mengatakan dia telah meluncurkan operasi militernya.

Laporan berita lokal menunjukkan puluhan pengunjuk rasa di ibu kota AS mengibarkan bendera Ukraina dan meneriakkan “Hentikan agresi Rusia!”

Di London, ratusan demonstran yang berasal dari Ukraina menangis berkumpul di luar Downing Street, rumah bagi Perdana Menteri Inggris dan mereka mendesak Inggris untuk berbuat lebih banyak.

“Kami membutuhkan bantuan, kami membutuhkan seseorang untuk mendukung kami,” kata seorang demonstran asal Ukraina. “Ukraina terlalu kecil dan tekanannya terlalu besar.”

Di Paris, seorang demonstran mengatakan kepada Reuters: “Saya merasa bahwa kita berada dalam momen yang sangat berbahaya bagi seluruh dunia.”

Di Madrid, aktor Spanyol pemenang Oscar Javier Bardem, yang dinominasikan untuk Academy Award tahun ini, bergabung dengan sekitar seratus pengunjuk rasa di luar kedutaan Rusia.

“Ini adalah invasi. Itu melanggar hak fundamental Ukraina atas kedaulatan teritorial, hukum internasional, dan banyak hal lainnya,” kata Bardem.

Sebuah bendera raksasa Ukraina dibawa melalui Manhattan’s Times Square AS oleh kerumunan beberapa ratus pengunjuk rasa.

Di ibukota Swiss, Bern, ratusan orang berkumpul, memegang bendera Ukraina dan meneriakkan “Damai untuk Ukraina!.”

Sebuah demonstrasi kecil di Jenewa, yang diselenggarakan oleh Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN), mengutuk aksi serangan dari Vladimir Putin.

Demonstrasi lain diadakan di Beirut, Tel Aviv, Dublin dan Praha. Lebih banyak protes dijadwalkan di kota-kota besar di AS.

Baca juga: Rusia Denda Twitter, Meta dan TikTok karena Pelanggaran Konten

Di Rusia sendiri, pengunjuk rasa yang menentang Vladimir Putin ditangkap dan menghadapi hukuman penjara.

Ratusan orang berunjuk rasa di kota-kota termasuk Moskow, St Petersburg dan Yekaterinburg, meneriakkan slogan-slogan seperti “Katakan tidak untuk perang!”

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres telah membuat permohonan di menit terakhir pada hari Rabu (23/2) kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan perang ‘atas nama kemanusiaan.’

“Presiden Putin, atas nama kemanusiaan, bawa pasukan Anda kembali ke Rusia,” kata Guterres, berbicara setelah pertemuan darurat Dewan Keamanan di Ukraina.

Konsekuensi dari perang akan menghancurkan Ukraina dan berdampak luas bagi ekonomi global, tambahnya.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan