Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Februari 3, 2023
redaksi@topcareer.id
Profesional

Pertimbangkan Ini Saat Mengajukan Jam Kerja Fleksibel

Kembali bekerja setelah berlibur.

Topcareer.id – Jam kerja yang fleksibel dapat menawarkan solusi kepada orangtua yang bekerja untuk banyak tantangan yang datang.

Perusahaan yang menawarkan jam kerja fleksibel bisa membantu karyawan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarganya.

Jika menurut kamu pengaturan jam kerja yang fleksibel akan sesuai denganmu, buatlah rencana untuk mendiskusikan proposal dengan atasan.

Ketika kamu mengusulkan pengaturan kerja yang fleksibel kepada atasan, mereka wajib mengikuti prosedur yang mencakup pertemuan dengan kamu untuk membahas usulan ini dan memberimu alasan secara tertulis jika mereka menolak.

Alasan kamu harus berhubungan dengan dampak pengaturan kerja fleksibelmu terhadap bisnis dan kamu juga berhak mengajukan banding atas keputusan mereka.

Kamu juga harus mempertimbangkan jenis kerja fleksibel yang sesuai dengan kebutuhanmu. Beberapa yang paling umum termasuk:

  • Waktu fleksibel; kebebasan saat kamu bekerja sambil mempertahankan ‘jam inti’
  • Jam tahunan; bekerja dengan jumlah jam yang disepakati per tahun
  • Jam terkompresi; jam kerja yang disepakati selama lebih sedikit hari
  • Pembagian pekerjaan; membagi peran yang dirancang untuk satu pekerja di antara dua orang

Saat bertemu dengan atasan untuk mengusulkan pengaturan kerja yang fleksibel, penting untuk mempertimbangkan kekhawatiran yang mungkin mereka miliki.

Mempersiapkan solusi untuk masalah potensial ini sebelumnya dapat membantumu menunjukkan bahwa fleksibilitas tidak harus menurunkan kinerja.

Baca juga: Kerja Fleksibel dari Rumah Menggiurkan, tapi Konsekuensi Gaji Lebih Kecil

Beberapa poin yang sebaiknya kamu pertimbangkan:

  • Bagaimana kamu akan berkomunikasi dari rumah? Termasuk memberikan masukan pada saat meeting.
  • Bagaimana kamu bisa membuat manajer dan anggota tim lainnya mengetahui beban kerjamu, terutama jika kamu sakit atau tidak hadir dan seseorang diminta untuk menggantikan kamu?
  • Apakah kamu akan memiliki akses ke semua perangkat lunak/informasi yang kamu butuhkan saat bekerja dari jarak jauh?
  • Bisakah kamu menyesuaikan pengaturan kerja dengan pemberitahuan yang cukup?
    Misalnya, jika ada pertemuan yang perlu kamu hadiri, dapatkah kamu mengatur alternatif pengasuhan anak?

Jika atasan kamu tidak sepenuhnya yakin, pertimbangkan untuk mengusulkan masa percobaan kerja remote untuk menunjukkan bahwa pengaturan tersebut dapat berhasil.

Ini bisa menghilangkan tekanan dari atasan karena mereka tidak harus sepenuhnya berkomitmen pada pengaturan yang terlalu saklek.

Hal ini juga bisa memberimu kesempatan untuk menunjukkan bahwa kerja fleksibel tidak akan membahayakan kinerjamu.

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan