Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Februari 4, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Perusahaan Ini Izinkan Karyawan yang Tak Divaksin untuk Kembali Bekerja

Perusahaan maskapai penerbangan Amerika Serikat mengizinkan karyawan yang tak divaksinasi Covid-19 untuk kembali bekerja.

Topcareer.id – United Airlines, salah satu perusahaan maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada Kamis (10/3/2022) akan mengizinkan karyawan yang telah diberikan pengecualian dari vaksinasi Covid-19 untuk kembali bekerja.

Langkah itu dilakukan ketika pemerintah AS memperpanjang mandat masker pada transportasi umum selama satu bulan lagi hingga 18 April.

United Airlines telah memberi waktu kepada pilot, pramugari, dan staf daratnya hingga akhir September lalu untuk mengunggah bukti vaksinasi mereka atau meminta pengecualian karena alasan agama atau medis.

Perusahaan tersebut akhirnya memberhentikan lebih dari 200 karyawan dan memberikan sekitar 2.200 pengecualian kepada karyawan yang diberikan posisi jauh dari pelanggan, meskipun beberapa memutuskan untuk mengambil cuti yang tidak dibayar.

“Kami berencana untuk menyambut kembali para karyawan yang telah keluar … ke posisi normal mereka mulai Senin, 28 Maret,” kata perusahaan itu dalam sebuah pesan kepada staf.

Baca juga: Negara Ini Segera Musnahkan 100 Ribu Dosis Vaksin

“Tentu saja, jika varian lain muncul atau tren Covid tiba-tiba berbalik arah, kami akan mengevaluasi kembali protokol keamanan yang sesuai saat itu.”

Agustus lalu, United mengatakan akan mewajibkan karyawan AS untuk divaksinasi terhadap Covid atau menghadapi pemutusan hubungan kerja. Lebih dari 96% dari sekitar 67.000 pekerja Amerika Serikat telah divaksinasi, kata perusahaan itu.

Pada bulan Januari, CEO Scott Kirby mengatakan perusahaan tidak memiliki kasus kematian Covid di antara pekerja yang tidak divaksinasi selama delapan minggu terakhir, meskipun ada lonjakan kasus varian omicron, yang sejak itu mereda.

Perpanjangan mandat masker transportasi yang diumumkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS akan mempengaruhi pesawat terbang, bus, kereta bawah tanah.

CDC mencatat dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan menggunakan waktu untuk menentukan di mana masker menjadi wajib di masa mendatang.

Semakin banyak negara bagian AS yang melonggarkan persyaratan penutup di ruang tertutup. CDC secara luas melonggarkan rekomendasinya tentang penggunaan masker pada akhir Februari, dan tidak lagi merekomendasikan memakainya di dalam ruangan untuk sebagian besar orang Amerika.

Tinggalkan Balasan