Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 15, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Elon Musk Beri Saran Investasi Selama Periode Inflasi, Yuk Dicek!

Elon Musk

Topcareer.id – Dalam hal menghadapi badai inflasi, Elon Musk dan Warren Buffett telah merekomendasikan strategi yang serupa.

Pada hari Minggu (13/3), CEO Tesla Musk mentweet bahwa pada saat inflasi tinggi, “umumnya lebih baik memiliki barang fisik seperti rumah atau saham di perusahaan yang menurut Anda menghasilkan produk bagus, daripada menyimpan uang secara tunai.”

Bagian kedua dari tweetnya sejalan dengan nasihat investasi dari pakar bisnis Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, di masa lalu.

Kembali pada tahun 2009, di akhir Resesi Hebat, Buffett mengatakan hal penting pada pertemuan pemegang saham tahunan di Berkshire Hathaway.

Buffet menyampaikan bahwa salah satu cara terbaik berlindung dari hempasan inflasi adalah dengan memiliki bagian dari “bisnis yang luar biasa.”

Itu karena apapun yang terjadi dengan nilai mata uang, produk bisnis yang luar biasa akan tetap diminati orang.

Dia menggunakan salah satu investasinya sendiri sebagai contoh:

“Jika Anda memiliki perusahaan Coca-Cola, Anda akan mendapatkan porsi tertentu dari tenaga kerja orang 20 tahun dari sekarang dan 50 tahun dari sekarang untuk produk Anda, dan itu tidak ada bedanya apa yang terjadi dengan tingkat harga,” Kata Buffet.

“Itu karena orang akan tetap rela membayar untuk produk yang mereka sukai.” Jelasnya.

Inflasi terus meningkat sepanjang musim dingin. Harga konsumen AS naik 7,9% dari tahun ke tahun.

Ini merupakan lompatan tertinggi dalam 40 tahun di sana. Kenaikan harga gas telah memimpin, kemudian hotel, mobil sewaan dan furnitur.

Semakin tinggi tingkat inflasi, semakin cepat uang kehilangan nilainya. Investasi, di sisi lain, umumnya tumbuh dari waktu ke waktu.

Itulah sebabnya selama periode inflasi tinggi, Musk dan Buffett merekomendasikan untuk berinvestasi di perusahaan kuat yang sahamnya cenderung tetap konsisten.

“Jika Anda duduk dengan terlalu banyak uang, Anda merugikan diri sendiri,” kata penasihat keuangan Delano Saporu, CEO New Street Advisors Group yang berbasis di New York, baru-baru ini mengatakan kepada Michelle Fox dari CNBC.

Namun, penting untuk diingat bahwa pengambilan saham bisa berisiko, dan bahkan jika sebuah perusahaan berkinerja baik di masa lalu.

Tidak pernah ada jaminan bahwa saham suatu perusahaan akan naik di masa depan.

Baca juga: Elon Musk Sebut Pekerjaan Ini Aman dari Ancaman AI di Masa Depan

Sebaliknya, banyak ahli termasuk Buffett, merekomendasikan untuk berinvestasi dalam dana indeks berbiaya rendah.

Tidak terlalu bergejolak, namun tetap memanfaatkan pertumbuhan pasar. Karena dana ini menampung setiap saham dalam indeks, maka secara otomatis terdiversifikasi.

Faktanya, S&P 500 yang mencakup perusahaan seperti Amazon, Apple dan Microsoft, telah berhasil melampaui inflasi selama bertahun-tahun.

“Beli secara konsisten dana indeks berbiaya rendah S&P 500,” kata Buffett tahun 2017. Sarannya tersebut masih relevan dengan kondisi sekarang.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan