Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Februari 4, 2023
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Kapan Waktunya Kamu Harus Resign? Ini Jawabannya

cropped-resign-energyresourcingdotcom.jpg

Topcareer.id – Resign, kata ini mungkin terdengar menakutkan bagi kamu yang sedang menikmati pekerjaanmu, namun akan terdengar melegakan untuk kamu yang sedang lelah karenanya.

Hanya saja, meski kamu berurusan dengan tim yang tidak kooperatif, budaya perusahaan yang negatif, atau faktor-faktor lain yang menantang, terkadang keputusan untuk resign tidaklah mudah.

Untuk bisa melakukannya, kamu harus benar-benar bisa melihat tanda-tanda, dimana sudah waktunya bagi kamu untuk pergi.

Dengan cara ini, kamu bisa mengundurkan diri secara profesional sebelum situasinya memburuk.

Nah, bagaimana kamu bisa mengetahui tanda-tanda tersebut? Faktor-faktor berikut ini mungkin bisa jadi jawabannya.

Tidak merasa terlibat lagi dalam pekerjaan
Jika kamu datang ke kantor setiap hari dengan perasaan tidak aktif, ini adalah pertanda besar bahwa sudah waktunya untuk pergi.

Bahkan dalam posisi kepemimpinan yang terlihat bagus di atas kertas, seorang manajer dapat menjadi tidak terlibat karena berbagai alasan.

Jika melihat kurangnya gairah dan proaktif dalam peran kamu dan sepertinya tidak dapat menemukan cara untuk mendapatkannya, resign dan perubahan karier mungkin yang kamu butuhkan.

Kantor memiliki lingkungan atau budaya yang negatif
Manajer yang toxic, tim yang disfungsional, target yang mustahil, dan lingkungan kerja yang berubah menjadi negatif akan sulit untuk pulih.

Jangan merasa berkewajiban untuk tetap berada dalam budaya atau lingkungan kantor yang terlalu negatif.

Ini menjadi lebih penting jika stres dan hal-hal negatif mulai mempengaruhi kehidupanmu di luar pekerjaan.

Tidak ada peluang pertumbuhan? Resign.

Sementara loyalitas perusahaan adalah nilai yang besar, kamu juga harus memperhatikan karier kamu sendiri.

Mendapat kesempatan baik dari luar
Terutama setelah kamu mencapai tingkat dalam karier di mana kamu telah menjadi seorang spesialis, banyak perusahaan lain akan mulai mencarimu.

Evaluasilah penawaran yang datang kepada kamu dengan adil, dan putuskan apa yang merupakan peluang yang tidak bisa kamu tolak.

Mungkin saja kamu mendapat penawaran kerja di perusahaan impian, atau kesempatan menarik untuk memimpin tim baru di luar sana.

Baca juga: Tata Cara Resign yang Sopan dan Profesional

Cari hal positif untuk mengundurkan diri
Sebelum benar-benar resign, lihat sekali lagi keputusan kamu. Apa yang akan kamu lakukan jika mendapatkan tawaran balasan untuk tetap di perusahaan sekarang?

Pastikan bahwa kamu memiliki alasan yang jelas untuk menyerahkan surat resign.

Yang terpenting, ingatlah profesionalisme, dan jadikan tujuan untuk mengundurkan diri dengan anggun.

Dalam menyampaikan pesan, pikirkan hal-hal positif yang diberikan perusahaan kepada kamu.

Bahkan di lingkungan yang paling sulit sekalipun, berfokus pada hal-hal baik saat sedang dalam proses resign membantu membuatmu tampak lebih profesional.

Kamu tidak pernah tahu dengan siapa kamu akan bekerja di masa depan. Bisa saja kamu membutuhkan manajer lama kamu sebagai referensi yang diperlukan.**(Feb)

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan