Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Agustus 11, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Derita Pekerja Migran di Hong Kong akibat Covid-19: Kehilangan Tempat Tinggal hingga Tak Bisa Makan

Topcareer.id – Potret suram sedang menghinggapi para pekerja migran di Hong Kong. Hal ini tergambar dari Proposal Tanggap Darurat Omicron Hong Kong yang diterima oleh Topcareer.Id

Menurut proposal tersebut, naiknya angka Covid-19 selama sebulan terakhir, serta kurangnya tempat isolasi yang disediakan pemerintah setempat, membuat sejumlah pekerja migran harus menghadapi situasi yang sulit.

Kasus yang dialami A contohnya. Ia harus meninggalkan rumah majikannya, karena majikan menderita Covid-19 dan harus isolasi secara mandiri.

Kasus ini biasanya dialami beberapa pekerja migran lantaran kondisi rumah majikan mereka tidak memungkinkan adanya pemisahan ruangan.

Selain itu, ada pula pekerja migran yang menjalani isolasi mandiri di rumah setelah majikannya dibawa ke rumah sakit karena menderita Covid-19 cukup parah.

Dalam situasi itu, pekerja migran tidak dapat keluar rumah dan tidak memiliki kemampuan finansial untuk memesan makanan atau membeli kebutuhan pokok.

Keberadaan Lembaga Swasta dan Swadaya Masyarakat

Menangapi hal itu, berbagai lembaga swasta dan swadaya masyarakat / koalisi organisasi pendukung pekerja migran memutuskan untuk turut ambil bagian dalam membantu penderita Covid-19.

Mulai dari menyediakan tempat isolasi sementara, hingga membantu pengantaran kebutuhan pokok bagi mereka yang diisolasi di rumah.

Baca juga: Kebijakan Nol COVID-19 di Hong Kong, Beneran Ampuh?

Banyak yang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal di Hong Kong

Sejak dimulainya gelombang ke-5 wabah Covid-19 di Hong Kong, banyak pekerja migran yang kehilangan tempat tinggal.

Hal ini dikarenakan para pekerja migran tersebut mengalami pemutusan hubungan kerja setelah terdiagnosis positif dengan Covid-19.

Rusaknya hubungan pekerja migran tersebut dengan majikannya, menyebabkan mereka tidak dapat kembali ke rumah majikan setelah pulih dari penyakitnya, dan harus mencari pekerjaan baru.

Itu kenapa, dibutuhkan suatu tempat penampungan yang berbeda, untuk menampung para pekerja migran yang sudah pulih dari atau tidak menderita Covid-19.

Tentang KKIHK

Sedikit catatan, Proposal Tanggap Darurat Omicron Hong Kong diterbitkan oleh Peduli Kasih – Komunitas Katholik Indonesia Hong Kong (KKIHK).

Tujuan utama dari program ini adalah memenuhi kebutuhan pokok dan menyediakan tempat isolasi untuk para pekerja migran, kelompok rentan (orang tua, tuna wisma) dan undocumented people di negara tersebut, yang menderita dan terdampak pandemi Covid-19.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan