Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Oktober 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Aksi Pawang Hujan Di Moto GP Mandalika Jadi Sorotan

Dok/Detik OtoDok/Detik Oto

Topcareer.id – Gelaran akbar balap motor internasional MotoGP 2022 di sirkuit balap Mandalika kawasan Kuta, Lombok Tengah diwarnai hujan lebat.

Ya, hujan lebat mengguyur sirkuit kebanggaan Indonesia itu sesaat sebelum balapan MotoGP mulai pada Minggu, 20 Maret 2022.

Tak lama berselang, seorang bernama Raden Roro Istiati Wulandari atau biasa disapa Rara yang berprofesi sebagai pawang hujan mulai beraksi menghalau hujan sebelum lomba berlangsung.

Dari tenda putih berukuran 5×6 meter, Rara yang berbaju hitam dengan rambut terikat terlihat membaca doa.

Dia sudah berada di tenda tidak jauh dari pintu masuk utama Sirkuit Mandalika sejak waktu sholat subuh.

Hujan pun berhenti dan sinar matahari mulai merajalela seiring suara mesin motor yang mulai menderu di sirkuit Mandalika.

Pada saat itu empat batang dupa besar dinyalakan; satu di tenda, satu tepat di depan tenda, dan dua di kolam kecil air yang sengaja dibuat, di sana juga ada sejumlah sesaji. Beberapa dupa kecil lainnya juga dinyalakan.

Perempuan kelahiran Papua dan mengaku penganut aliran kejawen ini mengaku sudah berada di Lombok sejak 3 Maret lalu.

Ia juga bertugas mengawal proses pengaspalan Sirkuit Mandalika, seperti yang diminta Dorna.

Sekitar jam 10, saat F1 Moto2, ponselnya berdering. “Ada arah baru,” katanya. “Tidak panas, tapi mendung.”

Dia segera bergegas untuk melakukan ritual lagi dengan menyalakan segenggam dupa dan menempelkannya di empat titik.

Sesaat kemudian, datanglah dua orang laki-laki bernama Haji Lalu Rama dan Daang yang merupakan asistennya.

Daang diminta menyalakan sebatang rokok dan menancapkan di tiga titik.

Sebelumnya, pemuda yang juga menjabat sebagai marshal saat World Superbike (WSBK) itu diminta membacakan beberapa doa.

Belum genap setengah jam berlalu dan ponsel Wulandari kembali berdering. Ia pun mengadakan ritual baru.

Ternyata ada permintaan agar cuaca tidak panas, tapi gerimis.

Tak lama berselang, Managing Director Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria datang ke tenda Wulandari dan berdiskusi sekitar 10 hingga 15 menit.

“Saya diminta untuk tidak panas. Agar hujan, tetapi tidak banjir, ”katanya

Soal anggapan penangan hujan yang bertentangan dengan takdir alam, Wulandari berpendapat lain.

“Tuhan itu baik. Hujan atau tidak adalah kekuatan Tuhan. Saya hanya meminta. Semua ini untuk kebaikan Indonesia yang menjadi tuan rumah MotoGP Mandalika 2022. Kita harus menyukseskan event ini,” ungkapnya.

Mata dunia pun tertuju pada aksi Rara yang memasuki Sirkuit Mandalika dan melakukan ritual untuk menangkal hujan.

Pihak MotoGP melalui akun Twitternya juga mengunggah video yang memperlihatkan Rara melakukan ritual dengan memegang piala emas, tongkat kecil, dan dupa di tangannya.

“The Master…,” tulis akun @MotoGP pada Minggu, 20 Maret.

Menurut informasi yang beredar, Rara adalah seorang pawang hujan yang pernah direkrut Jokowi saat menggelar acara kampanye Capres.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menegaskan, kehadiran Rara bukan atas permintaan Presiden Joko Widodo, melainkan inisiatif pengelola pariwisata.

Baca juga: Hujan Uang di Jalan Tol Bikin Macet Total, Ratusan Juta Berhamburan

Balapan MotoGP Mandalika 2022 akhirnya dimenangkan oleh pembalap KTM Miguel Oliveira.

Ia mengungguli Fabio Quartararo (Yamaha MotoGP) dan Johann Zarco (Pramac Ducati) yang finish di belakangnya.

Oliveira finish dengan waktu 33 menit 27.223 detik. Ia terpaut 2.205 detik dari Quartararo dan 3.158 detik dari Zarco.

Trofi pemenang diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi yang naik ke podium dengan mengenakan jaket merah bercorak G20.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan