Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, September 29, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ini Bahaya Gegar Otak yang Dialami Marc Marquez

Dok/Motorsport

Topcareer.id – Juara Dunia delapan kali Moto GP Marc Marquez (Tim Repsol Honda) terpaksa absen dari balapan Grand Prix Pertamina Indonesia di sirkuit Mandalika, Minggu (20/3) karena gegar otak yang dideritanya setelah kecelakaan hebat saat pemanasan.

Persiapan Marquez untuk balapan hari Minggu berakhir lebih awal saat menikung tajam di tikungan tujuh di sirkuit Pertamina Mandalika.

Pembalap berusia 29 tahun asal Spanyol itu terlempar beberapa meter ke udara setelah superbike Honda-nya tergelincir dalam kecepatan tinggi di tikungan.

Marquez kemudian mendarat dengan kepalanya dengan sedikit sisa motornya yang hancur.

“Kecelakaan hari ini sangat brutal. Kita harus menganalisanya. Mereka [Michelin] membawa ban yang berbeda ke sini dan kami harus memikirkan semuanya. Pembalap kami jatuh dan kami ingin mengerti.” Kata bos tim Honda Alberto Puig.

Dokter Angel Charte yang menangani Marquez mengatakan: “Marc baik-baik saja. Dia mengalami kecelakaan hebat di Pemanasan dan mengakibatkan cedera kepala.”

Tim kesehatan Marquez merujuknya ke rumah sakit di Lombok. Dia menjalani beberapa tes radiologi.

Sesuai kesepakatan dengan pembalap dan tim, dan karena memerlukan periode pengamatan antara 12 dan 24 jam, akhirnya Marquez diputuskan tidak fit.

Bahaya Gegar Otak
Gegar otak seperti yang dialami Marc Marquez adalah bentuk ringan dari cedera otak traumatis (TBI) yang mempengaruhi fungsinya.

Efek ini bisa bersifat jangka pendek, berlangsung beberapa jam atau beberapa hari, atau menyebabkan masalah jangka panjang.

Ini terjadi sebagai akibat dari pukulan traumatis pada kepala yang menyebabkan kepala dan otak bergerak maju mundur dengan cepat.

Gerakan tiba-tiba ini menyebabkan otak memantul dan berputar di dalam tengkorak, meregangkan dan merusak sel serta struktur halus di dalamnya.

Kerusakan ini dapat menyebabkan perubahan fisik dan kimia untuk mempengaruhi fungsinya.

Sementara profesional medis biasanya menggambarkan gangguan ini sebagai bentuk TBI ringan, namun itu pun dapat menyebabkan efek serius.

Efek Jangka Pendek dari Gegar Otak
Setelah menderita gegar otak, banyak orang mengalami sakit kepala dan kebingungan.

Beberapa orang mengalami kehilangan ingatan dan tidak dapat mengingat peristiwa tersebut.

Selain kehilangan keseimbangan atau pusing, gangguan cedera kepala ini dapat menyebabkan:

  • Sakit kepala
  • Kehilangan kesadaran sementara
  • Merasa brain fog
  • Respons yang tertunda untuk menjawab pertanyaan
  • Pusing
  • Telinga berdenging
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur
  • Sensitif terhadap paparan cahaya dan suara

Efek Jangka Panjang dari Gegar Otak
Beberapa gejala gegar otak berkembang beberapa jam atau hari setelah cedera otak traumatis terjadi. Gejala-gejala ini termasuk:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Masalah memori
  • Iritabilitas dan perubahan kepribadian lainnya
  • Kepekaan terhadap cahaya dan kebisingan
  • Gangguan tidur
  • Depresi dan masalah psikologis lainnya
  • Gangguan bau dan rasa

Baca juga: Terobosan Ini Disebut Mampu Tentukan Pengobatan yang Tepat untuk Kanker Otak

Efek jangka panjangnya jarang terjadi. Faktanya, sebagian besar orang sembuh dalam beberapa minggu.

Hanya sekitar 20 persen orang yang mungkin menderita sindrom pasca cedera ini, di mana mereka terus mengalami gejala setelah enam minggu.

Semakin banyak cedera ini dialami oleh seseorang secara alami, semakin besar kemungkinannya menderita konsekuensi jangka panjang.

Terlebih lagi jika tidak memberikan waktu yang cukup untuk pulih setelah mengalami cedera.

“Pada tingkat tertentu, gegar otak mengakibatkan cedera, jadi kami tentu khawatir dengan efek akumulatifnya,” kata Gregory Hawryluk, MD, ahli bedah saraf dan spesialis gegar otak di University of Utah Health.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan