Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Februari 3, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Program Laptops for Builders dari AWS Diikuti hingga 300 Ribu Peserta

Tips menjalani puasa dengan penuh semangat saat bekerja.Sumber foto: Freepik.com

Topcareer.id – Tak dapat dipungkiri, riset bertajuk ‘AWS Building Skills for the Changing Workforce’ menunjukkan urgensi terkait adanya peningkatan kapasitas SDM pekerja dan pemberi kerja, dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi bagi individu maupun organisasi.

Terkait hal ini, AWS punya misi untuk memupus dan menghadirkan solusi atas kesenjangan yang ada saat ini.

Saat ini, AWS sudah berinvestasi hingga ratusan miliar dollar secara global sebagai bentuk komitmennya, dalam menghadirkan program pelatihan cuma-cuma untuk peningkatan kecakapan di bidang komputasi cloud yang mencakup 29 juta peserta.

AWS menawarkan lebih dari 500 program pelatihan digital gratis bagi siapapun yang berminat untuk belajar dan punya akses internet. Dari sekian program pelatihan, 200 di antaranya adalah program pelatihan dalam Bahasa Indonesia.

Guna menyiapkan profesional masa depan yang tengah meniti awal kariernya di bidang cloud, serta dalam membangun kerangka program pengembangan SDM dalam memasuki dunia kerja baru, AWS sendiri telah berkolaborasi dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi, lembaga nirlaba, lembaga pengembangan kualitas SDM, pemerintah, hingga organisasi perusahaan.

Contohnya seperti kolaborasi yang terjalin bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan perusahaan rintisan di bidang edukasi teknologi Dicoding, dalam menyelenggarakan program pelatihan digital.

Baca juga: Survei AWS: 98% Pekerja Indonesia Ingin Perkuat Kemampuan di Bidang Digital

Laptops for Builders

Salah satu program yang sukses dijalankan adalah Laptops for Builders, yakni program pembelajaran dasar-dasar mengenai teknologi cloud secara cuma-cuma bagi siswa sekolah menengah maupun vokasi yang diajarkan dalam Bahasa Indonesia. Melalui program ini, AWS melatih instruktur di lembaga setempat tentang bagaimana membawakan program pembelajaran cloud.

AWS juga mendonasikan sejumlah laptop sebagai infrastruktur pendukung proses pembelajaran. Selanjutnya, para instruktur ini nantinya yang akan menyampaikan pelatihan dan menyediakan laptop bagi sekolah-sekolah. Program ini sangat spesial dan hanya diterapkan di Indonesia. Dari 2017 hingga saat ini, AWS sudah melatih lebih dari 300.000 peserta didik Indonesia dengan kecakapan di bidang cloud.

“Sejak pandemi melanda, kami melihat banyak organisasi dari berbagai skala industri gencar dalam memacu terwujudnya transformasi digital dari yang semula direncanakan akan selesai dalam waktu tahunan. Ini mendorong meningkatnya kebutuhan untuk peningkatan kecakapan di bidang komputasi cloud, keamanan siber, dan machine learning, baik bagi pihak pemberi kerja maupun karyawan,” ucap Peter Moore, Regional Managing Director of AWS Worldwide Public Sector in APJ.

Mengenai Amazon Web Services

Selama lebih dari 15 tahun, Amazon Web Services telah menjadi platform cloud yang paling komprehensif dan paling banyak diadopsi di dunia.

AWS terus-menerus mengembangkan layanannya untuk mendukung beban kerja apapun di cloud, serta menghadirkan lebih dari 200 layanan dengan fitur terlengkap untuk komputasi, storage, database, jaringan, analitik, machine learning dan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), mobilitas, keamanan, hybrid, virtual reality dan augmented reality (VR dan AR), dan media, serta mendukung pengembangan, penggelaran, dan pengelolaan aplikasi di 84 Availability Zones (AZs) yang terdapat di 26 kawasan secara global.

AWS berencana untuk menambah lagi sebanyak 24 Availability Zones dan mengembangkan 8 AWS Regions di Australia, Kanada, India, Israel, Selandia Baru, Spanyol, Swiss, dan Uni Emirat Arab.

Jutaan pelanggan yang di antaranya adalah startup-startup dengan pertumbuhan tercepat, perusahaan-perusahaan besar, dan lembaga-lembaga pemerintah terkemuka mempercayakan AWS dalam memperkuat infrastruktur mereka sehingga menjadi lebih gesit dan hemat biaya.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan