Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Survei AWS: 98% Pekerja Indonesia Ingin Perkuat Kemampuan di Bidang Digital

Sumber foto: freepik.comSumber foto: freepik.com

Topcareer.id –  Sebanyak 98% pekerja di Indonesia menyampaikan kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas mereka di bidang digital, hal ini tersampaikan dalam hasil riset terbaru Amazon Web Services, Inc. (AWS), anak perusahaan Amazon.com, mengenai tingginya kebutuhan pelatihan untuk peningkatan kecakapan digital yang didorong akibat terjadinya pandemi.

AWS menyebutkan, keinginan untuk meningkatan kapasitas di bidang digital, tak lain karena adanya penerapan teknologi digital mutakhir dalam tugas sehari-hari mereka.

Ini kontan menjadi kebutuhan baru mereka, agar mampu beradaptasi dengan dinamika baru yang terjadi di dunia kerja, yang tercetus akibat pandemi global COVID-19.

Dalam laporan ini, disebutkan pula bahwa di tahun depan, diproyeksikan akan ada peningkatan sebanyak 17,2 juta karyawan di Indonesia yang butuh mengikuti pelatihan digital untuk mendukung kinerja mereka. Angka ini setara dengan 13% dari seluruh jumlah angkatan kerja di Indonesia.

Kesiapan perusahaan

Namun demikian, hanya 36% perusahaan di Indonesia yang sudah siap menyelenggarakan pelatihan yang dibutuhkan. Ini tentu akan berdampak pada daya saing perusahaan, terutama dengan tingkat produktivitas, inovasi, serta loyalitas karyawan di perusahaan-perusahaan tersebut.

Laporan bertajuk “AWS Building Skills for the Changing Workforce” yang disiapkan oleh firma konsultan strategis dan ekonomi AlphaBeta, atas dukungan AWS, disusun berdasarkan pada hasil survei yang menyasar 1.035 karyawan berkecakapan digital, baik yang berkecimpung di bidang teknologi maupun nonteknologi, serta 300 orang berstatus sebagai pemberi kerja yang mewakili organisasi atau perusahaan di Indonesia yang berasal dari sektor publik, swasta, maupun nirlaba dalam skala organisasi yang beragam.

Baca juga: Riset AWS: Indonesia Butuh Lebih dari 110 Juta Pekerja Digital Baru di 2025

Pelatihan yang diminati di 2025 menurut survei AWS

Menurut hasil riset, beragam pelatihan untuk peningkatan kecakapan, seperti dalam menggunakan peranti-peranti berbasis cloud, seperti peranti-peranti pengembang, software komunikasi berbasis cloud, software akuntansi, maupun software customer relationship management (CRM), akan menjadi yang paling banyak diminati nantinya di tahun 2025, menyusul kemudian kecakapan di bidang keamanan siber.

Sedangkan, program peningkatan kecakapan di bidang komputasi cloud level atas, kemampuan untuk memigrasikan fasilitas on-premises ke cloud, serta perancangan arsitektur cloud akan masuk ke dalam 10 besar jenis kecakapan digital yang paling banyak diminati di Indonesia.

76% dari kalangan pekerja di Indonesia sadar akan perlunya mengikuti pelatihan kecakapan cloud di 2025 untuk meningkatkan jenjang karier mereka. Lebih lanjut, dari kalangan tersebut, sebanyak 60% mengatakan bahwa mereka butuh mempelajari tentang pengoperasian peranti-peranti berbasis cloud di tempat kerja.

Sementara, 29% kalangan pekerja juga merasa bahwa nanti mereka perlu mengikuti pelatihan dalam melakukan migrasi fasilitas-fasilitas on-premises ke cloud dan 16% dari mereka perlu mengasah kecakapan dalam merancang arsitektur cloud.

Riset ini juga memprediksikan bahwa jenis kecakapan lain, seperti di bidang cloud level atas, seperti machine learning, akan banyak dibutuhkan di sektor industri kesehatan, pertanian, fintech, media, bahkan hingga hiburan.

“Kebutuhan untuk peningkatan kecakapan digital mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ujar Genevieve Lim, direktur AlphaBeta (bagian dari Access Partnership) untuk wilayah Asia Pasifik (APAC).

“Laporan ini menunjukkan bahwa terjadinya pandemi COVID-19 telah mengakselerasi munculnya kebutuhan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi pekerja dari kalangan teknologi maupun nonteknologi di Indonesia. Ini juga yang mendorong organisasi mempercepat terwujudnya transformasi digital untuk menjaga daya saing mereka.”

Lim menambahkan, transisi menuju ke perekonomian digital-first, memerlukan kolaborasi dan peran serta dari pemerintah bersama-sama dengan kalangan perusahaan, karyawan, dan penyelenggara pelatihan.

Perusahaan-perusahaan juga menyampaikan banyaknya manfaat yang mereka rasakan dengan mereka mendukung penyelenggaraan program pelatihan peningkatan kapasitas SDM di lingkungan perusahaan.

Sebanyak 98% perusahaan yang disurvei merasakan adanya peningkatan produktivitas karyawan, 98% menyampaikan makin mudah dalam mengakselerasi tercapainya gol perusahaan, 98% merasakan adanya peningkatan dalam penghematan biaya, 91% melaporkan adanya peningkatan loyalitas karyawan, dan 96% perusahaan mengaku bahwa pendapatan perusahaannya meningkat.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan