Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 28, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

5 Tips Jaga Kesehatan Mental Sebagai Ibu

Ilustrasi Bayi. Sumber foto: smartparents.sgIlustrasi Bayi. Sumber foto: smartparents.sg

Topcareer.id – Saat kamu sebagai wanita menjalani setiap trimester kehamilan, kamu dan dokter akan fokus pada banyak aspek kesehatan fisik dan mental.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik selama masa kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan.

Menurut KidsHealth dari Nemours, gangguan mental seperti kecemasan, dan depresi dapat berdampak buruk pada tubuh dan memengaruhi perasaan saat hamil.

Kondisi mental seperti stres kronis dan depresi pascapersalinan juga dapat membuat merasa lebih lelah dari biasanya dan memengaruhi cara merawat anak.

Jangan abaikan masalah kesehatan mental sebagai ibu bagi bayi dan anak-anak kamu. Coba lakukan tips berikut ini.

Ketahui Tanda-Tanda Masalah Kesehatan Mental
Semakin banyak kamu tahu tentang kondisi kesehatan mental yang paling umum untuk seorang ibu, semakin cepat kamu bisa mendapatkan dukungan.

Kebanyakan wanita akan berbicara dengan dokter mereka tentang tanda-tanda depresi pasca melahirkan segera setelah.

Beberapa gejala depresi pascamelahirkan yang khas termasuk baby blues, hingga kesulitan untuk tidur yang cukup.

Jika kamu merasa mengalami gangguan kesehatan mental tersbut, beri tahu dokter sesegera mungkin.

Kamu juga harus waspada terhadap tanda-tanda depresi klinis, indikator umum kecemasan, atau gejala gangguan mood seperti bipolar.

Perawatan sudah tersedia dan mungkin termasuk terapi atau mendapat resep obat.

Berinvestasi dalam Perawatan Diri
Perawatan diri sangat penting untuk kesehatan mental, terutama jika kamu seorang ibu baru.

Coba luangkan beberapa waktu setiap minggu untuk melakukan sesuatu yang kamu sukai.

Mulailah pada fase bayi baru lahir dengan melakukan beberapa hal yang membuat kamu merasa segar kembali.

Beberapa ibu suka mandi malam dengan air hangat setelah bayinya tidur atau mendapatkan pijatan dari pasangannya seminggu sekali.

Ide perawatan diri lainnya termasuk membaca novel, menulis jurnal, atau melakukan yoga.

Manjakan diri kamu dengan secangkir teh panas, atau mengecat kuku saat kamu sedang istirahat.

Kurangi Pekerjaan dan Tugas
Bayi biasanya akan tidur siang, makan, dan membutuhkan penggantian popok secara teratur.

Selama tahap bayi baru lahir, kamu dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental dengan menghilangkan tugas-tugas yang memakan waktu.

Jika kamu menyukai rumah yang bersih, mintalah pasanganmu untuk membantumu membersihkan rumah.

Cara lain untuk meminimalkan tugas yang tidak perlu termasuk berbelanja online untuk pakaian bayi baru lahir dan perlengkapan bayi.

Baca juga: Sinar Matahari Bisa Mendukung Kesehatan Fisik Dan Mental

Kurangi Penggunaan Media Sosial
Kamu mungkin menemukan dirimu sibuk menelusuri media sosial saat kamu menyusui atau menidurkan bayi.

Namun, membandingkan dirimu dengan ibu lain di media sosial bisa membuatmu merasa insecure.

Semakin sedikit waktu yang kamu habiskan untuk menyukai, berkomentar, dan memposting di media sosial, maka semakin banyak waktu yang kamu miliki untuk rileks.

Kamu juga bisa lebih banyak mencurahkan energi dan waktu kamu untuk perawatan diri.

Jika membutuhkan lebih banyak sosialisasi, pertimbangkan untuk berkumpul dengan teman-teman dekat.

Perbanyak Self-Talk Positif
Menjadi ibu baru itu menyenangkan sekaligus menantang.

Pada beberapa hari, kamu akan merasa telah mencapai banyak hal, sementara di hari lain, kamu akan merasa sangat tidak sempurna.

Salah satu cara terbaik untuk merasa lebih baik tentang dirimu dan kehidupan baru kamu adalah dengan melakukan self-talk yang positif.

Self-talk yang positif adalah tentang menunjukkan kasih sayang dan pengertian pada diri sendiri melalui komunikasi dan bahasa.

Semakin banyak kamu mengatakan hal-hal yang menginspirasi dan membahagiakan, semakin kamu akan mempercayainya.

Hal ini akan mendorong kamu untuk tetap tenang dan berada di jalur yang benar.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan