Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 28, 2023
redaksi@topcareer.id
SekolahTren

Calon Mahasiswa, Ini Tips Milih Program Studi Kampus

Memilih program studi.Dok/College Transitions

Topcareer.id – Yang mau masuk kuliah, kadang bingung untuk menentukan program studi (prodi) apa yang akan diambil. Malah bisa bikin stress sendiri. Tapi, yang perlu diingat bahwa orangtua harus punya andil dalam pemilihan prodi ini.

Hal itu seperti yang dikatakan Dr. Meita Santi Budiani, Kepala Prodi Psikologi Universitas Negeri Surabaya dalam Virtual Campus Expo (UVCE) pada Jumat (25/3/2022).

Ia mengatakan, orang tua harus mempelajari karakteristik anaknya, membantu anak mengenali diri, sebagai pendamping yang mengajak anak bicara dan mengajak refreshing agar pikiran anak tidak pusing.

Meita melanjutkan, sekarang banyak asumsi di luar sana yang berdampak pada turunnya motivasi untuk kuliah. Salah satunya, menganggap bahwa kuliah hanya teori dan tidak berarti jika tidak diajari dosen.

“Kuliah tidak hanya teori, tetapi praktek. Itu dikemas dari semester pertama hingga semester akhir, ditambah program MBKM yang semakin memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan diri baik di dalam kampus maupun di luar kampus; di masyarakat dan di perusahaan atau industri,” jelas Meita, dikutip dari laman resmi UNESA.

Sementara itu, Retno Tri Hariastuti, Kepala Prodi Bimbingan Konseling UNESA mengatakan bahwa sebelum memilih jurusan atau program studi, peserta perlu memahami potensi dan minatnya terlebih dahulu. Karena itu, peserta perlu bertanya pada diri sendiri:

Baca juga: 5 Zodiak Paling Workaholic, Gak Kepikiran Untuk Me Time!

“aku punya kemampuan apa?’’
“aku punya bakat apa?”
“minatku sebenarnya apa sih?”

Selain itu, juga harus memahami karakteristik diri sendiri. Setelah itu, barulah ke aspek memahami prodi yang dipilih termasuk prospek kerja atau karir ke depan. Tidak lupa dukungan dari orang tua.

“Dari sisi orang tua harus paham dengan karakteristik anaknya, sehingga ketika berinteraksi atau bersosialisasi dengan si anak bisa satu frekuensi atau nyambung,” ujarnya.

“Yang sering terlewat dari pandangan calon mahasiswa adalah ketika lulus nanti mau kerja atau berkarier seperti apa. Kadang mereka asal bisa kuliah dan nanti asal bisa kerja. Baiknya semua harus direncanakan, biar jelas dan fokus,” ucap Meita.

Tinggalkan Balasan