Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 27, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Duuh! Radio ‘Kecepetan’ Putar Adzan Maghrib, Warga Malaysia Batal Puasa Massal

radioCar audio system concept. Music player in car. This will help you feel relaxed when you are driving.It is the amplifier technology that needs to be installed in the car.

Topcareer.id – Warga Malaysia terpaksa batal puasa massal sebelum memasuki waktu berbuka akibat kesalahan seorang penyiar stasiun radio lokal di Sabah yang menyiarkan adzan maghrib 4 menit lebih awal dari jadwal.

Di laman Facebook-nya, Mohd Safwan Junit mengakui kesalahan teknis yang mengakibatkan adzan maghrib disiarkan dua kali pada pukul 18.16 dan 18.20 waktu Malaysia.

“Saya selaku presenter yang bertugas malam ini (kemarin) untuk segmen ‘Syoknya Hujung Minggu’ bertanggung jawab atas kesalahan teknis saat adzan maghrib disiarkan dua kali, yang pertama pada pukul 18.16 dan yang kedua pada pukul 18.20,” tulisnya, dikutip dari The Borneo Post.

Akibat kesalahan teknis ini banyak pendengar TAWAU FM yang secara tidak sengaja membatalkan puasa sebelum waktunya .

Kejadian tersebut viral di media sosial dan netizen mengklaim beberapa warga membatalkan puasanya akibat kejadian tersebut.

Departemen Penyiaran Malaysia, Sabah telah meminta maaf atas kesalahan stasiun radionya TAWAU FM dalam menayangkan adzan Maghrib lebih awal.

Direkturnya, Zulkefli Mohd mengatakan pihaknya sadar akan pentingnya siaran adzan, terutama untuk shalat maghrib sepanjang Ramadan.

Adzan maghrib bisa menjadi panduan bagi umat Islam untuk berbuka puasa, tetapi penayangan adzan maghrib empat menit sebelumnya benar-benar tidak disengaja.

Baca juga: Malaysia Siap Transisi Ke Fase Endemi, Aturan COVID-19 Lebih Santai

Departemen Penyiaran Malaysia, Sabah memandang masalah ini dengan serius dan akan memastikan waktu tayang adzan.

Mereka meminta pihak radio harus memberi perhatian dan prioritas untuk kepentingan umat Islam.

Dikatakannya, terjadi kesalahan teknis dan adzan dikumandangkan dua kali, yakni pada pukul 18.16 dan pukul 18.20.

Mufti Sabah, Datuk Bungsu Aziz Jaafar, menilai orang yang membatalkan puasa mereka karena salah adzan ini harus mengganti puasa mereka setelah Ramadan.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan