Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Februari 8, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Ragam Perayaan Idulfitri di Dunia (Bagian 1)

Topcreer.id – Idulfitri adalah perayaan penting bagi seluruh umat Islam pada akhir Ramadan di seluruh negara di dunia.

Pada penghujung bulan puasa, Idulfitri dirayakan di hadapan keluarga dan teman-teman dengan beragam makanan khas yang menggugah selera.

Umat Islam akan mengenakan pakaian terbaik mereka pada saat perayaan Idulfitri dalam warna, bentuk, dan gaya yang beragam.

Di negara tertentu, wanita juga menghiasi tangan mereka dengan tato henna (pacar) untuk merayakan acara suci ini.

Perayaan benar-benar dimulai setelah sholat Ied ketika keluarga saling datang berkunjung.

Baca terus artikel ini untuk menjelajahi beragam perayaan Idulfitri dari berbagai negara.

Bagian pertama dari artikel:

Turki
Perayaan Idulfitri di Turki ditandai dengan pantai yang cerah! Ya, memang ini benar adanya!

Banyak orang Turki berduyun-duyun ke pantai selama liburan Idulfitri untuk memanfaatkan cuaca panas.

Dengan Muslim yang hampir mencapai 98% dari populasi di Turki, banyak keluarga melakukan perjalanan ke berbagai provinsi untuk mengunjungi kerabat selama liburan Idul Fitri.

Selain mengunjungi keluarga di hari pertama Idul Fitri, umat Islam di Turki juga memanfaatkan hari kedua dan ketiga untuk bersantai di pantai.

Singapura
Salah satu yang menarik dari perayaan Idulfitri di Singapura adalah ledakan warna yang menerangi area Geylang Serai.

Sebagai salah satu pemukiman Melayu tertua di Singapura, Geylang Serai telah menjadi pusat perayaan Lebaran bagi umat Islam yang tinggal di Singapura.

Tampilan lampu yang spektakuler selalu menerangi jalanan Geylang Serai setiap tahun.

Geylang Serai juga merupakan rumah bagi Ramadan Bazaar tahunan.

Makanan jelas merupakan pusat perhatian di bazaar yang menampilkan lebih dari seratus penjual makanan yang menyajikan makanan tradisional Melayu yang luar biasa.

Islandia
Konon, meski komunitasnya terus berkembang, Muslim masih tetap menjadi minoritas penduduk Islandia.

Di Islandia pada puncak musim panas, matahari tetap berada di langit lebih lama dari biasanya dan terbenam di tengah malam kemudian kembali terbit dua jam setelahnya.

Artinya, umat Islam yang tinggal di Islandia diharuskan berpuasa hingga 22 jam sehari.

Meskipun ini terdengar sangat menantang, para cendekiawan dan pakar Islam telah menawarkan alternatif bagi mereka yang tinggal di Islandia.

Mereka bisa berbuka puasa berdasarkan waktu matahari terbit dan terbenam dari negara terdekat, atau mengikuti zona waktu Arab Saudi.

Idul Fitri dirayakan di salah satu dari sedikit masjid di Reykjavík, ibu kota Islandia.

Para tamu yang mengunjungi masjid datang dengan membawa prasmanan internasional makanan lezat, termasuk makanan dari masakan Indonesia, Mesir dan Eritrea untuk merayakan Lebaran.

Anak-anak kecil mengenakan pakaian terbaik mereka dan bertukar hadiah dengan sesama teman dan anggota keluarga.

Baca juga: Tips Dekorasi Rumah Sambut Idulfitri

Mesir
Di Mesir, perayaan Lebaran ditandai dengan keceriaan mengunjungi anggota keluarga yang lebih tua setelah salat Ied di masjid.

Seringkali, para orang yang lebih tua memberikan sejumlah kecil uang kepada yang lebih muda dalam keluarga.

Dengan kumpul-kumpul keluarga menjadi fokus perayaan, banyak orang Mesir berduyun-duyun ke taman umum dan kebun binatang untuk merayakan Idulfitri.

Kebun Binatang Giza adalah salah satu lokasi paling populer untuk keluarga di Mesir.

New Zealand
Perayaan Idulfitri di Auckland dimulai dengan salat Ied, setelah itu, Taman Eden membuka pintunya untuk Hari Raya Idulfitri.

Festival di Taman Eden menampilkan segala macam karnaval yang menyenangkan termasuk banteng mekanik, foosball manusia, dan berbagai penjual makanan dari seluruh wilayah.

Acara ini juga berfungsi sebagai hal penting bagi pengunjung dari semua lapisan masyarakat untuk belajar dan merangkul komunitas Muslim di sana.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan