Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Erick Thohir Ingin Tingkatkan Jumlah Milenial di BUMN

Kementerian BUMN ingin tingkatkan pekerja milenial di BUMN.kementerian BUMN. (mediabumn)

Topcareer.id – Menteri BUMN, Erick Thohir menyampaikan bahwa BUMN memberi kesempatan selebar-lebarnya untuk generasi muda bisa bergabung di BUMN. Ia berencana meningkatkan jumlah milenial di BUMN mengingat jumlah penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh usia di bawah 35 tahun.

Ia mengatakan, kehadiran generasi muda menjadi inspirasi sekaligus menjadi energi penggerak kemajuan dan transformasi BUMN dengan tuntutan dunia usaha yang semakin kompetitif.

Hal ini sejalan dengan berbagai kebijakan di lingkungan Kementerian BUMN di antaranya mendorong lahirnya talenta digital savvy agar mampu bersaing di masa depan, dengan target digital talent ready sebanyak 20% dari total talenta BUMN di tahun 2024 serta membuka ruang bagi kesetaraan gender dan kesempatan milenial untuk memimpin BUMN.

Per tahun 2021, tercatat Direksi BUMN Perempuan telah mencapai target 15%, sedangkan Direksi BUMN dari milenial mencapai target 5%.

“Saya mau minimal 2023 minimal itu 25% kepemimpinan bagi perempuan, sama ada new leadership dari para pemimpin-pemimpin muda,” kata Erick dikutip dari keterangan persnya, Jumat (20/5/2022).

“Karena di era disrupsi ini yang mendisrupsi kita itu digital dan generasi muda makanya perubahan ini memerlukan generasi muda, dan perlu adanya keberpihakan yang jelas supaya ada para pemimpin-pemimpin muda,” tambah Erick.

Erick mengingatkan, BUMN menjalankan peran ganda sebagai value creator dan agent of development yang berperan sebagai penyeimbang.

Baca juga: Menteri BUMN Bakal Buka Kesempatan 2.300 Lowongan Magang

Tidak hanya korporasi, tetapi intervensi kemakmuran pembangunan, salah satunya melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diberikan BUMN serta keterlibatan ekonomi kecil dan menengah sembari menjalin sinergi dengan berbagai komponen bangsa lainnya.

“Transformasi tidak mungkin tanpa pembentukan karakter, kalau menginginkan Indonesia maju tapi juga makmur dan mendunia, harus didasari dengan kepemimpinan yang berkarakter,” ujar Erick.

Untuk itu, lanjut Erick, seluruh insan BUMN tidak hanya memerlukan tekad yang kuat tetapi juga niat menerapkan nilai-nilai yang baik, yaitu AKHLAK sebagai landasan dalam mentransformasi Human Capital.

Erick menilai sangat penting BUMN terus membuka lapangan kerja dan diisi oleh figur-figur yang tidak saja punya kapasitas, tapi juga karakter AKHLAK yang baik dan mindset yang sejalan.

“Kekuasaan tanpa akhlak akhirnya zalim, kekayaan tanpa akhlak akan menjadi kerakusan, kepintaran tanpa akhlak akan menjadi tipu daya. BUMN adalah penyumbang dan sepertiga ekonomi di Indonesia, tetapi kalau individunya tidak punya akhlak yang baik maka tidak akan berhasil,” jelas dia.

Dalam menjalankan AKHLAK ini, insan BUMN perlu pula menerapkan Employee Value Proposition BUMN, yaitu Belajar, Bertumbuh dan Berkontribusi untuk Indonesia.

Dengan menjadi insan BUMN, talenta terbaik Indonesia dapat memperoleh pengetahuan, perilaku, keterampilan dan nilai-nilai baru (Belajar) sekaligus diberikan ruang untuk berkembang secara personal dan profesional (Bertumbuh) agar mampu memberikan kontribusi, andil dan manfaat untuk Indonesia (Berkontribusi).

Tinggalkan Balasan