Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Waspada Bunuh Diri Pada Remaja, Ini yang Perlu Orang Tua Ketahui (Bagian 2)

Topcareer.id – Apakah anak remaja berisiko bunuh diri? Meskipun ada remaja yang kuat mental, namun ada beberapa faktor yang dapat membuat beberapa remaja lebih rentan daripada yang lain.

Pahami cara mengetahui apakah anak remaja mungkin ingin bunuh diri dan ke mana orang tua harus mencari bantuan dan perawatan.

Ketahui faktor risiko bunuh diri remaja, tanda-tanda peringatan dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi mereka.

Mengutip mayo clinic, orang tua perlu mengetahui hal apa saja yang membuat anak remaja rentan bunuh diri dan apa tindakan preventifnya.

Lanjutan dari bagian pertama artikel

Ketika orang tua menemui gejala pada anak remahajanya yang mengarah pada bunuh diri, maka orang tua harus segera melakukan tindakan preventif.

Orang tua bisa dapat mengambil langkah-langkah untuk membantu melindungi anak remaja dari bunuh diri sebagai berikut:

Bicara tentang kesehatan mental dan bunuh diri
Jangan menunggu anak remaja datang kepada kamu sebagai orang tua.

Jika anak remaja kamu sedih, cemas, depresi, atau tampak kesulitan, tanyakan apa yang salah dan berikan dukungan.

Perhatian
Jika anak berpikir untuk bunuh diri, kemungkinan besar dia menunjukkan tanda-tanda peringatan.

Dengarkan apa yang anak kamu katakan dan perhatikan bagaimana dia bertindak.

Jangan pernah mengabaikan ancaman bunuh diri sebagai melodrama remaja.

Mencegah isolasi
Dorong anak kamu untuk menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga yang mendukung.

Pantau dan bicarakan penggunaan media sosial
Awasi akun media sosial anak kamu.

Meskipun media sosial dapat memberikan dukungan yang berharga bagi anak muda, media sosial juga dapat memaparkan mereka pada perundungan, penyebaran rumor, pandangan yang tidak realistis tentang kehidupan orang lain, dan tekanan teman sebaya.

Jika anak terluka atau kesal oleh posting atau pesan media sosial, dorong dia untuk berbicara dengan kamu sebagai orang tua.

Membuat mereka merasa terhubung dan didukung di sekolah dapat memiliki efek perlindungan yang kuat.

Mendorong gaya hidup sehat
Bantu anak agar makan dengan baik, berolahraga, dan tidur teratur.

Dukung rencana perawatan
Jika anak usia muda sedang menjalani perawatan untuk perilaku bunuh diri, ingatkan dia bahwa mungkin perlu waktu untuk merasa lebih baik.

Bantu dia agar mau mengikuti rekomendasi dokternya. Juga, dorong mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang akan membantunya membangun kembali kepercayaan dirinya.

Baca juga: Survei: Banyak Remaja di AS Kecanduan TikTok

Memonitor obat
Meskipun jarang terjadi, beberapa anak muda mungkin mengalami peningkatan pikiran atau perilaku bunuh diri saat mengonsumsi antidepresan.

Tetapi antidepresan lebih mungkin mengurangi risiko bunuh diri dalam jangka panjang dengan meningkatkan suasana hati.

Jika anak memiliki pikiran untuk bunuh diri saat mengonsumsi antidepresan, segera hubungi dokter atau dapatkan bantuan darurat.

Simpan apapun yang bisa menjadi alat bunuh diri.
Simpanlah senjata api, senjata atau benda tajam, alkohol, dan obat-obatan dengan aman.

Menutup akses ke sarana barang-barang tersebut dapat berperan membantu mencegah anak yang ingin bunuh diri.

Jika masih mengkhawatirkannya, bicarakan dengan si anak dan segera cari bantuan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan